Perumahan di Tangsel yang Terpapar Radiasi 15 km dari Reaktor Nuklir BATAN

Badan Pengawas Tenaga Nuklir (BAPETEN) memastikan radioaktif tinggi di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan bukan berasal reaktor nuklir di Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju BATAN. Bahkan, jaraknya dengan permukiman warga mecapai 15 km.
"Ini murni dari sini, kalau ada bocor yang sana kan ribut duluan. Kan kejauhan ada 15 kilo lah, ini enggak ada kebocoran," kata Kepala Biro Hukum Kerjasama Dan Komunikasi Bapeten, Indra Gunawan, di lokasi, Sabtu (15/2).
Indra memastikan radioaktif yang muncul bukan berasal dari Pusat Sains dan Teknologi Bahan Maju (PSTBM) Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) yang berada di kawasan Puspiptek Serpong.
Karena itu, tim BAPETAN fokus penanganan radioaktif di satu titik di Perumahan Batan Indah. Proses pembersihan dan pencarian sumber radioaktif juga sempat mengalami kesulitan.
"Kebetulan nyarinya agak susah, karena kan nyampur tanah sama dengan tanah warnanya. Tapi dengan peralatan ketahuan ini kok tinggi kita sisir, karena paparan tinggi petugas tarik-tarikan (masuk bergantian). Dia berapa lama mundur gantian itu kan jadi lama," tutur Indra.
"Begitu juga saat di Lab, itu butuh waktu. Tapi dari peralatan kita semua, udah berhasil kita angkut kita angkat. Tapi kita ukur relatif tinggi karena nyampur di tanah. Nanti kami keruk termasuk vegetasinya," tambah dia.
Sejak ditemukan radioaktif di Tangsel, tim dari BAPETAN terus mengangkut tanah dan barang lainnya yang sudah terkontaminasi radioaktif. Tanah digali dan diangkat sedalam 10 cm.
"Masih pengerukan tanah. Tanah yang terkontaminasi kita keruk satu lapis 10 cm gitu, kita ukur itu masih tinggi kita keruk lagi sampai alat kita nyatakan bahwa paparannya normal," ucap dia.
Radiasi radioaktif ditemukan ketika BAPETEN melakukan uji fungsi rutin pemantauan radioaktivitas lingkungan di area Jabodetabek. Uji fungsi dilakukan di wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspitek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong.
BAPETEN telah mengambil sampel vegetasi, tanah, dan air sumur di sekitar lokasi untuk memastikan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang/terjadi pencemaran. Sementara tim BATAN telah melakukan kegiatan dekontaminasi dengan melakukan pengerukan tanah dan pemotongan pohon/tanaman, dengan didampingi tim BAPETEN.
BAPETEN meminta warga sekitar agar tidak mendekat ke sekitar lapangan voli blok J yang ditemukan radiasi radioaktif yang tinggi itu. Selain itu tim im BATAN juga akan melakukan pemeriksaan Whole Body Counting (WBC) terhadap beberapa warga di sekitar lokasi.
