Perundungan-Pengeroyokan Siswa SMK di Bogor Ternyata 'Ospek Geng'

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Bagus Azi Lesmana Putra. Foto: kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Bagus Azi Lesmana Putra. Foto: kumparan

Satreskrim Polresta Bogor Kota mengungkap bahwa para pelajar yang terlihat melakukan aksi perundungan (bullying) di Jalan Ciheuleut, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu (3/6/2026), dalam video yang sempat viral di media sosial itu adalah sebuah "ospek geng".

Geng itu bernama Basis Pakuan.

Enam pelajar yang teridentifikasi sebagai pihak yang melakukan perundungan yakni MA (kelas 11 Mesin), HH (kelas 11 Mesin), RMZ (kelas 11 Listrik), dan MFS (kelas 10 TSM) dari SMK Bina Warga 1, serta FIP, dan MQB (kelas 10 Otomotif) dari SMK PGRI 2.

Sementara seorang pelajar berinisial R (kelas 11 TKR) dari SMK Bina Warga 1 diduga menjadi pelajar yang dirundung dalam peristiwa tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, Kompol Bagus Azi Lesmana Putra, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan, aksi yang terekam dalam video viral itu ternyata berkaitan dengan penataran atau pengenalan anggota baru yang ingin resmi bergabung dalam geng tersebut.

“Sampai saat ini, motif aksi tersebut adalah penataran atau pengenalan terkait salah satu geng yang mereka ikuti. Jadi tidak ada konflik antar-sekolah,” kata Kompol Azi kepada wartawan di Mapolresta Bogor Kota, Jumat (5/6/2026).

Azi menyebut, berdasarkan hasil wawancara dan pemeriksaan, seluruh pelajar yang diamankan mengakui keterlibatan mereka dalam video yang viral di media sosial tersebut.

Bergabung atas Keinginan Sendiri

Menurut dia, korban berinisial R juga mengaku bergabung dengan geng tersebut atas keinginannya sendiri. Aksi perundungan yang terlihat dalam video viral itu pun merupakan bagian dari proses penataran atau pengenalan terhadap R sebelum R resmi menjadi anggota geng tersebut.

“Semuanya mengakui bahwa yang di video itu mereka. Sampai saat ini diketahui bahwa yang bersangkutan (R) memang mau bergabung. Artinya, korban memang ingin ikut nongkrong di kelompok tersebut, namun ada penataran dulu sebelum resmi masuk ke kelompok atau basis itu,” ujarnya.

Meski demikian, Azi mengatakan pihaknya masih mendalami kemungkinan adanya motif lain di balik peristiwa tersebut, termasuk dugaan keterlibatan pihak lain serta pola perekrutan yang dilakukan kelompok tersebut.

Ia menjelaskan, para pelaku dan korban tergabung dalam satu kelompok atau basis yang anggotanya berasal dari berbagai sekolah.

Polisi Dalami Tradisi Bullying

“Mereka semua tergabung dalam satu kumpulan atau basis yang anggotanya campur. Soal apakah model perekrutan seperti ini sudah menjadi tradisi atau sering terjadi, hal itu masih kami dalami. Mengenai dugaan adanya tradisi perundungan di dalamnya serta apa saja tradisinya juga masih terus kami dalami,” katanya.

Keluarga Pelaku-Korban Damai

Azi menuturkan, perkara tersebut kini telah diselesaikan secara damai. Baik pihak pelajar yang dirundung maupun pelajar yang merundung sepakat tidak melanjutkan kasus tersebut ke jalur hukum.

Meski demikian, keluarga dari pelajar yang merundung itu tetap memberikan kompensasi kepada keluarga R sebagai bentuk tanggung jawab. R sendiri dilaporkan mengalami luka ringan dan memar akibat kejadian tersebut.

“Kemarin itu sudah kami tekankan, apa mau naik perkaranya atau tidak. Dan ternyata mereka sepakat berdamai. Ada juga uang kompensasi yang diberikan untuk keluarga korban,” ucapnya.

Meski perkara telah diselesaikan secara damai, pihak kepolisian bersama instansi terkait tetap melakukan pendampingan dan pembinaan terhadap keseluruhan pelajar yang terlibat agar tidak kembali terulang kejadian serupa.

“Yang jelas kami akan terus melakukan pemantauan. Kami akan terus berkolaborasi dan berkoordinasi dengan pihak Disdik, sekolah-sekolah terkait, hingga Satgas Pelajar yang ada di Kota Bogor. Peristiwa ini juga masih akan terus didalami dan sekarang masih dalam tahap pemeriksaan dan penyelidikan mendalam,” tuturnya.