Perusahaan Malaysia Akan Produksi Vaksin Sinovac

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi vaksin corona dari Sinovac. Foto: Thomas Peter/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi vaksin corona dari Sinovac. Foto: Thomas Peter/REUTERS

Perusahaan farmasi Malaysia, Pharmaniaga Bhd, akan memproduksi vaksin corona dari Sinovac. Produksi vaksin tersebut dimulai pada Maret 2021.

Dikutip dari The Star, Pharmaniaga diberi izin untuk memproduksi vaksin Sinovac sebanyak 2 juta dosis. Direktur pelaksana grup Pharmaniaga, Datuk Zulkarnain Md Eusope mengatakan bahwa vaksin itu akan menjadi yang pertama di produksi di Malaysia.

Ia juga mengatakan bahwa Pharmaniaga akan menginvestasikan sebanyak 3 juta Ringgit (setara dengan Rp10,4 miliar) untuk retrofit pabrik vaksin.

“Kami sangat yakin dapat melaksanakan tugas tersebut dengan sukses karena para ahli teknis kami telah bekerja untuk mendirikan pabrik vaksin halal di Malaysia sejak 2017," ucapnya usai penandatanganan perjanjian antara Pharmaniaga dengan Sinovac.

"Ketika COVID-19 menyebar pada awal tahun lalu, kami segera menyalurkan tim kami untuk bekerja dengan mitra global kami, termasuk Sinovac,” sambungnya.

Proses penandatanganan perjanjian tersebut disaksikan oleh Menteri Urusan Pertahanan Ismail Sabri Yaakob, Menteri Kesehatan Adham Baba, dan Menteri Sains Teknologi dan Inovasi Khairy Jamaluddin.

Khairy mengatakan bahwa kesepakatan Pharmaniaga dengan Sinovac merupakan inisiatif pribadi.

“Kami memfasilitasi ini karena kami telah memberikan indikasi kepada Pharmaniaga bahwa kami tertarik dengan vaksin Sinovac. Sekarang pengadaan negara telah jadi bagian dari itu,” ucap Khairy.

Petugas mengecek kontainer berisi vaksin COVID-19 Sinovac saat tiba di Bio Farma, Bandung, Jawa Barat. Foto: Muchlis Jr/Biro Pers Sekretariat Presiden

Diharapkan pada akhir bulan Maret 2021, Pharmaniaga dapat melakukan penyelesaian vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh Sinovac dan siap didistribusikan.

“Kita tidak terlambat atau terlalu dini. Kita bisa merancang program imunisasi yang bisa mengurangi pemborosan dan akan digulirkan seefisien mungkin,” tambah Khairy.