Perwira yang Baru Lulus Akpol Diminta Jadi Contoh Senior yang Baik
Perwira remaja yang baru lulus Akpol dikumpulkan Ass SDM Kapolri Irjen Arief Sulistyanto. Mereka yang hadir adalah 39 yang terbaik dari 291 orang. Di ruangan kelas di Akpol, Semarang, Jumat (28/7) para perwira remaja ini diberi pembekalan oleh Arief sebelum bertugas di Polda di seluruh Indonesia.
Dimulai dengan berhitung sesuai ranking, yaitu peraih Adhi Makayasa Akpol 2017, perwira remaja Ade Hertian hingga sampai ke perwira remaja peringkat ke-39. Arief kemudian menyampaikan pesannya, meminta para perwira remaja ini menjaga integritas selama bertugas. Arief akan mengawasi mereka selama penempatan.
"Pandai-pandai memilih mana yang baik, mana yang tidak baik. Mana yang patut dicontoh mana yang tidak. Mana yang dijadikan idola, mana yang tidak," beber Arief.
Tiga bulan sekali Arief akan mengumpulkan 39 orang ini ke Jakarta. Keluh kesah mereka di daerah akan didengarkan. 39 orang ini menjadi pemimpin di tiap Polda untuk masing-masing angkatannya.
Arief meminta para perwira ini menjaga integritas seperti pesan Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian.
"Jangan KKN, jangan kolusi, jangan lewat jalan belakang untuk bisa sekolah," bebernya.
Arief memang melakukan revolusi mulai dari proses seleksi Akpol sampai dengan penempatan perwira remaja yang lulus. Peringkat terbaik tak seluruhnya ditaruh di Pulau Jawa. Mereka disebar agar bisa menularkan kemampuan terbaiknya ke masyarakat.
Dahulu peringkat 1-30 bisa ada di Pulau Jawa. Tapi kini dirotasi, peringkat 1, 71, 141, dan 291 di Jakarta. Kemudian peringkat 2, 72, 142, 290 di Jawa Timur, dan seterusnya.
"Ini untuk pemerataan kemampuan dan kualitas, agar di seluruh Indonesia merata. Saya mohon maaf, 30 besar ada yang di Babel, Bengkulu, NTT, Papua," urai Arief.
39 Perwira di level atas di angkatannya ini diharapkan bisa berkiprah di masyarakat dan saling membantu dengan teman-temannya.
"Daya juang dan integritas dijaga. Saya ingin memagari kalian, yang mendapat prestasi akan sekolah. Jadi semua bergantung pada diri kalian sendiri mau jadi apa. Walau ada anak jenderal saya tidak peduli," tutup dia.
