Pesan Gibran Usai G20 di Afsel: Kerja Sama Harus Menyejahterakan, Tak Mendikte

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Sejumlah pemimpin negara saat sesi foto bersama pada hari pertama KTT G20 di Nasrec Expo Centre, Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11/2025). Foto: Leon Neal/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Sejumlah pemimpin negara saat sesi foto bersama pada hari pertama KTT G20 di Nasrec Expo Centre, Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11/2025). Foto: Leon Neal/Pool via REUTERS

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka menegaskan bahwa kerja sama internasional harus saling memberdayakan dan tidak boleh bersifat mendikte.

"Setiap negara berhak untuk menentukan arah pembangunannya. Yang namanya kerja sama partnership harus menyejahterakan, harus memberdayakan. Tidak boleh mendikte dan tidak boleh membuat ketergantungan,” ujar Gibran usai menghadiri KTT G20 di Johannesburg, Afrika Selatan, Minggu (23/11).

Gibran menjelaskan bahwa kehadirannya di Afrika Selatan merupakan penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mewakili Indonesia dalam pertemuan tingkat tinggi tersebut.

"Ini adalah penugasan dari Bapak Presiden untuk mewakili beliau di G20 Summit yang sangat bersejarah. Pertama kalinya diadakan di Afrika," kata dia.

Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka berbincang dengan PM Jepang Sanae Takaichi saat sesi foto bersama pada hari pertama KTT G20 di Nasrec Expo Centre, Johannesburg, Afrika Selatan, Sabtu (22/11/2025). Foto: Thomas Mukoya/Reuters

Ia menuturkan rangkaian agenda berjalan lancar, mulai dari pertemuan CEO Business Forum hingga tiga sesi utama G20 Summit.

Selama dua hari pelaksanaan KTT, Gibran menilai Indonesia terus memperkuat posisi negara-negara Global South di tingkat global.

"Mempertegas posisi Global South di tatanan global, mempertegas apa yang sudah didorong dan diinisiasi Indonesia dari empat tahun yang lalu," ucapnya.

Ia menekankan bahwa keadilan ekonomi global menjadi pesan konsisten yang dibawa Indonesia di forum internasional.

"Keadilan ekonomi global ini yang secara konsisten Indonesia sampaikan terus," tandas dia.