Pesan Gus Ipul Jelang Operasional Sekolah Rakyat Permanen

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pimpin rakor, Mensos Gus Ipul minta pengelola Sekolah Rakyat naikkan tata kelola layaknya hotel bintang lima, Jumat (29/5/2026). Foto: Kemensos RI
zoom-in-whitePerbesar
Pimpin rakor, Mensos Gus Ipul minta pengelola Sekolah Rakyat naikkan tata kelola layaknya hotel bintang lima, Jumat (29/5/2026). Foto: Kemensos RI

Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul meminta seluruh pengelola Sekolah Rakyat bersiap menghadapi babak baru penyelenggaraan Sekolah Rakyat permanen yang akan mulai beroperasi secara bertahap tahun ini.

“Sekolah Rakyat permanen bukan versi lebih besar dari Sekolah Rakyat sementara. Ini institusi yang berbeda dan tuntutannya juga berbeda. Kepala sekolah harus bertransformasi dari pengelola program menjadi pemimpin institusi pendidikan unggulan,” ujarnya saat memimpin rapat koordinasi bersama para kepala sekolah dan tenaga kependidikan Sekolah Rakyat seluruh Indonesia di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026).

Seluruh Kepala Sekolah Rakyat serta perwakilan guru, wali asuh, dan wali asrama secara daring yang hadir dalam rapat ini mendapat penegasan dari Gus Ipul bahwa pembangunan Sekolah Rakyat permanen harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia yang mengelolanya. Lantaran kompleks pendidikan yang dibangun di atas lahan 7 hektare hingga 10 hektare dengan kapasitas lebih dari 1.000 siswa SD, SMP, dan SMA kelak membutuhkan tata kelola yang jauh lebih matang.

Seluruh unsur di lingkungan sekolah, mulai dari kepala sekolah, guru, wali asuh, hingga petugas kebersihan pun memiliki peran penting dalam membentuk karakter siswa.

“Mulai sekarang, bukan nanti. Kesiapan harus dibangun jauh sebelum Sekolah Rakyat permanen diresmikan,” ujar Gus Ipul.

Pimpin rakor, Mensos Gus Ipul minta pengelola Sekolah Rakyat naikkan tata kelola layaknya hotel bintang lima, Jumat (29/5/2026). Foto: Kemensos RI

Dalam arahannya, Gus Ipul menaruh perhatian besar pada penyusunan standar operasional prosedur (SOP) di seluruh Sekolah Rakyat. Ia menegaskan tidak boleh ada perbedaan kualitas layanan antarsekolah, baik dalam aspek pembelajaran, kesehatan, pengasuhan, ibadah, hingga kehidupan di asrama.

“Semua harus terprotokol dan terdokumentasi dengan baik. Tidak boleh ada Sekolah Rakyat yang kualitas layanannya jauh berbeda dengan yang lain,” katanya.

Gus Ipul juga meminta pengelolaan asrama dilakukan secara profesional karena asrama merupakan ruang pembentukan karakter siswa selama 24 jam. Untuk mendukung hal tersebut, Kemensos akan memperkuat sistem pengawasan berbasis teknologi, termasuk pemanfaatan CCTV di berbagai titik sekolah.

“Anggap seperti mengelola hotel bintang lima. Bagaimana toiletnya, bagaimana tata kelolanya, bagaimana SDM-nya. Semua harus dipersiapkan dari sekarang,” ujar Gus Ipul.

Selain membahas kesiapan Sekolah Rakyat permanen, disorot juga peringatan satu tahun penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang akan bertepatan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada Juli mendatang.

Menurut Gus Ipul, momentum tersebut tidak boleh sekadar menjadi perayaan seremonial, melainkan harus menjadi ruang pembuktian bahwa Sekolah Rakyat mampu menjawab akar persoalan kemiskinan melalui pendidikan.

“Satu tahun Sekolah Rakyat bukan seremoni, ini pembuktian bahwa program ini nyata, berdampak, dan menjawab akar persoalan kemiskinan,” tegasnya.

Ia pun meminta seluruh Sekolah Rakyat menyiapkan kegiatan open house yang melibatkan masyarakat, tokoh daerah, tokoh nasional, media, hingga para influencer agar publik dapat melihat langsung perkembangan program tersebut.

“Narasi Sekolah Rakyat harus tumbuh dari banyak suara, bukan hanya dari Kemensos,” kata Gus Ipul.

Dalam rapat tersebut, sejumlah kepala sekolah juga melaporkan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat permanen di daerah masing-masing.

Kepala SRMA 44 Minahasa, Jefta Johannes Makikui, menceritakan kunjungan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi ke SRMA 44 Minahasa pada hari yang sama. Menurutnya, Mensesneg meninjau langsung proses pembelajaran siswa dan melihat berbagai aktivitas kelas yang memanfaatkan teknologi digital.

“Beliau merasa senang dengan kondisi sekolah dan melihat langsung proses belajar yang sedang berlangsung. Ini menjadi kebanggaan bagi seluruh Sekolah Rakyat,” ujar Jefta.

Pimpin rakor, Mensos Gus Ipul minta pengelola Sekolah Rakyat naikkan tata kelola layaknya hotel bintang lima, Jumat (29/5/2026). Foto: Kemensos RI

Dalam sesi dialog dengan Gus Ipul, para kepala sekolah dari berbagai daerah turut menyampaikan perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat permanen. Takalar, Tual, Bireuen, hingga Natuna melaporkan progres pembangunan yang terus berjalan serta tingginya antusiasme masyarakat terhadap kehadiran Sekolah Rakyat.

Gus Ipul mengajak seluruh kepala sekolah mulai membayangkan tanggung jawab yang akan mereka emban ketika fasilitas permanen mulai digunakan.

“Naikkan level kepemimpinan dan cara berpikir kita. Bangun budaya disiplin, kebersihan, ketertiban, dan pelayanan yang terbaik bagi anak-anak kita,” pesannya.

Sebagai informasi, saat ini terdapat 93 titik pembangunan Sekolah Rakyat permanen tahap II yang ditargetkan selesai pada bulan Juni 2026 dan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan pembelajaran pada tahun ajaran baru Juli mendatang.