Pesan Imam Masjidil Haram pada Jemaah Salat Tahajud: Taati Prokes

Dua masjid penting umat Islam, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, menambah jam operasinya menyambut 10 hari terakhir Ramadhan.
Sesuai tuntunan Nabi Muhammad SAW, kaum muslimin meningkatkan ibadahnya pada periode tersebut jika dibandingkan 20 hari sebelumnya.
Salah satu ibadah yang ditingkatkan adalah salat Tahajud. Presiden Urusan Umum Dua Masjid Suci yang juga imam Masjidil Haram, Syeikh Abdulrahman As-Sudais, memberikan ceramah kepada jemaah yang mengikuti salat Tahajud perdana di Masjidil Haram.
Salat Tahajud itu dilakukan pukul 00.45 waktu Arab Saudi (WAS) atau 04.45 WIB, Senin (3/5). Salat Tahajud berjemaah di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi baru diadakan pada malam ke-21 atau 10 hari terakhir Ramadhan.
Salat Tahajud yang beberapa jam terpisah dengan salat Isya dan Tarawih, hanya diizinkan dilakukan di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Sedangkan masjid-masjid lainnya di seluruh Arab Saudi, pelaksanaan salat Isya, Tarawih, dan Tahajud, dilakukan berurutan selama 30 menit dan dilakukan dua jam setelah salat Magrib. Tujuannya, memperpendek durasi jemaah berkumpul, sebagai bagian dari protokol kesehatan (prokes).
Untuk bisa ikut salat Tahajud di Masjidil Haram, jemaah harus mendaftar lewat aplikasi Eatmarna dan Tawakkalna.
Izin salat Tahajud terpisah dengan izin menunaikan salat wajib 5 waktu dan terpisah dengan izin umrah. Izin itu diperlukan untuk mengendalikan kerumunan di masa pandemi COVID-19.
Meningkatkan Ibadah pada 10 Hari Terakhir
Dalam ceramahnya, Syeikh Sudais mengucapkan selamat kepada para jemaah Masjidil Haram dan kaum Muslimin di seluruh dunia atas datangnya 10 hari terakhir di bulan Ramadhan yang diberkahi.
Syeikh Sudais mengingatkan kaum muslim untuk memanfaatkan waktu untuk menjalankan ketaatan, yang akan meningkatkan iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
“Karena dengannya, menjadi sebab dibebaskan dari api neraka dan meraih Lailatulqadar yang lebih baik dari seribu bulan,” ungkap Syeikh Sudais seperti dikutip dari situs resmi Presidensi Urusan Umum Dua Masjid Suci, Senin (3/5).
Syeikh Sudais menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW mengkhususkan 10 hari terakhir Ramadhan dengan memperbanyak amal saleh. Jika pada 20 hari pertama Ramadhan ibadah dicampur dengan tidur dan salat malam, maka pada 10 hari terakhir Nabi akan lebih bersemangat.
Syeikh Sudais mengutip hadis yang diriwayatkan Aisyah RA, yang isinya bahwa pada malam 10 hari terakhir Rasulullah mengisi malamnya dengan fokus pada ibadah dan membangunkan keluarganya untuk turut beribadah.
Syeikh Sudais mengingatkan umat Islam agar lebih bersemangat untuk berpuasa, salat malam, membaca Al-Quran, bersedekah, berusaha lebih giat, berbuat kebaikan, dan lebih banyak berdoa.
Syeikh Sudais menyitir ayat dalam Al-Quran: 'Berdoalah kalian kepadaKu, niscaya akan Kukabulkan.”
Patuhi Prokes
Pada bagian lain, Syeikh Sudais juga mengingatkan jemaah Masjidil Haram mematuhi protokol pencegahan dan protokol kesehatan (prokes) pada masa pandemi COVID-19 sebagai upaya untuk mengamankan kesehatan umat manusia.
Syeikh Sudais menjelaskan peran sentral tenaga keamanan dan tenaga kesehatan sehingga dua masjid suci kembali dibuka kembali untuk umum.
Seperti diketahui, Masjidil Haram dan Masjid Nabawi sempat ditutup 7 bulan pada tahun 2020 akibat pandemi corona. Masjid kemudian dibuka bertahap dengan menerapkan protokol kesehatan ketat.
Prokes itu misalnya, jemaah harus mendaftar via aplikasi yang ditentukan untuk mendapatkan izin legal, selalu memakai masker, membawa alas salat sendiri, jaga jarak dua meter antarjemaah, dan sudah divaksin.
