Pesan Ketum MUI Saat Silaturahmi Prabowo-Ulama: Bersatu, Doa Jauh dari Musibah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketum MUI KH Anwar Iskandar pada acara silaturahmi Presiden dengan Kiai dan Tokoh Ormas Islam. Foto: Youtube/@Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Ketum MUI KH Anwar Iskandar pada acara silaturahmi Presiden dengan Kiai dan Tokoh Ormas Islam. Foto: Youtube/@Sekretariat Presiden

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Anwar Iskandar menekankan pentingnya persatuan antara ulama dan pemimpin negara dalam menjaga keselamatan bangsa.

Pesan tersebut ia sampaikan dalam acara silaturahmi Presiden Prabowo Subianto dengan para ulama di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (5/3).

Dalam pidatonya, Anwar Iskandar menegaskan bahwa keselamatan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia harus menjadi prioritas utama bagi semua pihak. Menurutnya, momentum pertemuan antara ulama dan pemerintah menjadi kesempatan penting untuk memperkuat kebersamaan dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global.

"Selanjutnya yang paling penting, yang paling penting sekali buat kita adalah bagaimana menyelamatkan negara kita, bangsa kita, dan rakyat kita serta umat kita. Itu yang paling pokok. Nah, hari ini saya kira momentum terbaik bagi kita sekalian untuk merajut sebuah kebersamaan antara kita semuanya," ujar Anwar Iskandar dalam unggahan video di YouTube Setpres, Jumat (6/3).

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar buka puasa bersama dengan sejumlah ulama di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Ia menekankan bahwa kebersamaan tersebut harus terjalin antara para ulama dengan pemerintah yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. Selain itu, sinergi juga perlu dibangun dengan institusi negara lainnya, termasuk Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian Republik Indonesia.

"Antara kita para Ulama dengan Umaro yang dipimpin oleh Presiden Prabowo. Antara kita dengan TNI yang dipimpin oleh Panglima TNI Jenderal Agus. Antara kita dengan Polri yang dipimpin oleh Pak Listyo Sigit," katanya.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar buka puasa bersama dengan sejumlah ulama di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Ia kemudian menyimpulkan bahwa ada dua hal penting yang harus menjadi perhatian bersama. Pertama adalah memperkuat hubungan spiritual dengan Tuhan melalui doa dan amal saleh, terlebih di bulan Ramadan.

"Satu, demi kebaikan keselamatan apa saja demi negara kita, penting sekali untuk memohon terus kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan doa, dengan munajat, dengan taqorub, dengan memperbanyak amal-amal saleh. Lebih-lebih ini pada bulan Ramadan," kata Anwar.

"Jangan sampai musibah yang terjadi di mana-mana yang ujungnya adalah membuat kesengsaraan yang tidak berhenti itu terjadi di sini," kata dia.

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menggelar buka puasa bersama dengan sejumlah ulama di Istana Negara, Jakarta Pusat, Kamis (5/3/2026). Foto: Dok. Muchlis Jr - Biro Pers Sekretariat Presiden

Hal kedua yang ditekankan adalah pentingnya membangun sinergi antara seluruh elemen bangsa. Menurutnya, persatuan antara ulama dengan berbagai kekuatan negara merupakan kunci dalam menjaga stabilitas nasional.

"Secara lahiriyah penting sekali untuk merajut kebersamaan, untuk membangun sinergitas antara kita dengan kekuatan-kekuatan yang ada di negara ini. Ulama dan Umaro harus bersatu. Ulama dan TNI harus bersatu. Ulama dengan Polri harus bersatu. Dan Ulama dengan seluruh umat beragama di negara ini harus bersatu," pungkas dia.