Pesan Ketum PP Muhammadiyah di HUT ke-76 TNI: Jangan Terbawa Arus Kepentingan
ยทwaktu baca 2 menit

TNI kini telah berusia 76 tahun. Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengatakan TNI memiliki sejarah panjang yaitu berjuang bersama rakyat untuk melawan penjajah dan menjaga Indonesia usai merdeka.
Sejarah panjang tersebut membuat TNI memiliki tempat khusus dalam kehidupan bangsa dan negara. TNI merupakan kekuatan nasional milik seluruh rakyat dan negara Republik Indonesia.
Di usia 76 tahun ini, Haedar Nashir berharap agar jiwa perjuangan TNI semakin kokoh dan sepenuhnya membela kepentingan bangsa dan negara. Anggota TNI tegak lurus berdiri di atas dasar negara yaitu Pancasila, menjunjung tinggi nilai luhur agama, berkebudayaan bangsa, serta tidak terpengaruh ideologi apa pun yang menggerogoti jiwa keindonesiaan.
"TNI jangan terbawa arus berbagai pertentangan kepentingan dan segala bentuk penyalahgunaan kekuasaan, sehingga bersama rakyat dapat tetap menjaga jati diri, keberadaan, keutuhan, dan persatuan Indonesia," kata Haedar dalam keterangannya, Selasa (5/10).
Haedar meminta TNI senantiasa teguh menjaga keamanan dan kedaulatan Indonesia. Baik itu ancaman dari dalam negeri maupun luar. Selain juga menjaga Indonesia tetap kokoh tanpa perpecahan.
"TNI niscaya aktif menciptakan persatuan Indonesia agar tetap kokoh dan tidak tergerus oleh benih-benih perpecahan yang dapat meruntuhkan keberadaan dan masa depan Indonesia," bebernya.
Dalam kesempatan ini, Haedar juga menyampaikan bahwa Muhammadiyah juga merupakan kekuatan nasional yang hadir sejak perjuangan kemerdekaan sampai Indonesia merdeka.
Muhammadiyah juga melahirkan kadernya yaitu Soedirman yang dikenal sebagai Bapak TNI.
Muhammadiyah senantiasa bekerja sama dengan TNI dan komponen nasional lainnya untuk bersama-sama menjadikan Indonesia sebagai bangsa dan negara yang benar-benar merdeka, bersatu, berdaulat, adil, dan makmur sebagaimana dicita-citakan para pendiri Negara Kesatuan Republik Indonesia.
"Dirgahayu TNI. TNI itu milik seluruh rakyat dan niscaya hadir bersama Indonesia," ujar dia.
