Pesan Megawati untuk Wisudawan Unnes: Ilmu Pengetahuan Harus Dipraktikkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengukuhan Guru Besar Tidak Tetap Prof. Dr. (H.C) Hj. Megawati Soekarnoputri di Unhan, Jumat, (11/6). Foto: Youtube/PDIP
zoom-in-whitePerbesar
Pengukuhan Guru Besar Tidak Tetap Prof. Dr. (H.C) Hj. Megawati Soekarnoputri di Unhan, Jumat, (11/6). Foto: Youtube/PDIP

Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengingatkan pesan Bung Karno kepada para mahasiswa Unnes yang menjalani wisuda pada Rabu (9/3). Megawati meminta agar ilmu pengetahuan yang sudah didapat oleh mahasiswa selama kuliah, harus dipraktikkan bagi kepentingan kemanusiaan dan kemajuan bangsa.

Pesan itu disampaikan oleh Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dalam wisuda ke-110 Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rabu (9/3).

“Ibu Megawati Soekarnoputri mengingatkan pesan Bung Karno bahwa seluruh ilmu pengetahuan yang diperoleh hanya berguna apabila dipraktikkan bagi kepentingan amal kemanusiaan dan bagi kemajuan bangsa,” kata Hasto.

Hasto mengatakan, para sarjana baru di seluruh strata yang ada memiliki tanggung jawab besar saat terjun ke dunia nyata yakni ke seluruh tatanan kehidupan masyarakat Indonesia.

Hasto menambahkan, Unnes memberi perhatian serius pada isu bagaimana menemukan kembali kepemimpinan Indonesia bagi dunia.

Sebab dunia saat ini menghadapi tantangan kepemimpinan era modern yang tidak terlepas dari kondisi global yang diwarnai Volatility, Uncertainty, Complexity dan Ambiguity (VUCA).

“Saya menilai kepemimpinan Indonesia tidak akan mungkin dibangun tanpa memiliki keunggulan di dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” kata Hasto.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menyampaikan pidato inspiratif di hadapan peserta Upacara Wisuda ke-110 Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rabu (9/3/2022). Foto: Dok. PDIP

Berdasarkan data tentang universitas di dunia oleh Times Higher Education (THE) pada tahun 2021, posisi Perguruan Tinggi di Indonesia cenderung merosot. Selain itu, ditinjau dari budaya membaca (literacy), sains, dan matematika, skor Indonesia tergolong rendah karena berada di urutan ke-74 dari 79 negara.

“Dari dua kategori pemeringkatan di atas, betapa perguruan tinggi menempati peran yang sangat penting bagi kemajuan Indonesia,” imbuhnya.

“Karena itulah dengan mengambil energi perjuangan para pendiri bangsa, maka kebangkitan Indonesia tahun 2045 hanya bisa dilakukan apabila mulai detik ini, saat ini, semua menggelorakan semangat kemajuan yang dimulai dari kampus. Inilah syarat terpenting yang dikatakan sebagai penemuan kembali kepemimpinan Indonesia,” ucap Hasto.

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat menyampaikan pidato inspiratif di hadapan peserta Upacara Wisuda ke-110 Universitas Negeri Semarang (Unnes), Rabu (9/3/2022). Foto: Dok. PDIP

Sementara Rektor Unnes Fathur Rokhman mengatakan, mereka mendorong agar para wisudawan membaktikan ilmunya bagi kepentingan manusia.

Dia mengingatkan Unnes memiliki visi sebagai universitas berwawasan konservasi dan bereputasi internasional, salah satunya adalah melakukan Konservasi Pancasila sebagai dasar negara.

“Ilmu yang anda peroleh, anda harus baktikan untuk Indonesia dan dunia. Namun Pancasila juga adalah ideologi yang memandu kita dalam bersikap dan bertindak dalam kehidupan sehari-hari,” kata dia.