Pesan Pimpinan KPK pada Eks Pejabatnya yang Maju Pilkada

Mantan Direktur Pembinaan Jaringan dan Kerja Sama Antar Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK, Dedie A Rachim, menggelar perpisahan dengan para karyawan dan pimpinan KPK. Dedie melepaskan jabatannya di KPK karena maju menemani Bima Arya sebagai Calon Wakil Wali Kota Bogor.
Dedie mengaku mendapat sejumlah pesan dari para pimpinan KPK. Dia diminta menjadi pemimpin yang amanah dan selalu menegakkan sikap anti korupsi jika terpilih sebagai Wakil Wali Kota Bogor.
"Intinya saya menangkap pesan dari pimpinan di manapun kita berkarya tetap membawa marwah, membawa martabat kehormatan KPK. Jangan sampai semua itu kemudian diciderai teman-teman yang kemudian sudah keluar dari KPK," ujar Dedie di gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (19/1).
Dibebankannya sejumlah amanah kepadanya tak membuat Dedie bergeming. Menurutnya ia akan tetap membawa semangat serta visi yang dijalankannya di KPK.
"Oh iya dong. Saya akan berusaha sekuat tenaga membawa beban atau membawa bendera KPK di belakang saya tapi saya ingin menjaga kehormatan KPK. Saya pikir berat tapi harus diperjuangkan," ujar dia.
Dia bertekad untuk menerapkan pemerintahan yang transparan di Kota Bogor.
"Saya kan ingin yang namanya pemda selain melayani tetapi juga lebih transparan dan memberikan suatu kemungkinan untuk menjadikan birokrasi lebih baik lagi lebih bersih," ujarnya.
Jangan diragukanlah ke-KPK-an saya
Dedie juga mengaku tidak menyerahkan mahar politik. Menurutnya tak satu pun parpol pengusungnya meminta mahar.
"Kalau modal apa, saya sudah diskusi ke Pak Bima tadi model kampanye kita lebih sederhana kan menyesuaikan dengan budget yang ada. Pak Bima tahu saya enggak bawa modal besar untuk kampanye," kata Dedie.
Bima Arya dan Dedie A Rachim sudah mendaftar ke KPU sebagai pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor masa jabatan 2018-2022. Keduanya juga telah menyerahkan LHKPN ke KPK.
