Pesantren Cendekia Amanah Sukses Kembangkan Pertanian Sayur Hidroponik

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjoyo meresmikan gedung Distributio Center (DC) Pesantren Cendekia Amanah di Depok beserta Green House delapan Pesantren mitra pada Minggu (17/3/2024). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjoyo meresmikan gedung Distributio Center (DC) Pesantren Cendekia Amanah di Depok beserta Green House delapan Pesantren mitra pada Minggu (17/3/2024). Foto: Dok. Istimewa

Pesantren Cendekia Amanah yang terletak di Kalimulya, Depok, Jabar sukses mengembangkan pertanian hidroponik. Produknya tembus ke supermarket.

Menurut pimpinan Ponpes Cendekia Amanah, KH Cholil Nafis yang juga Ketua MUI bidang Dakwah, pertanian hidroponik adalah model pertanian modern yang dikembangkan oleh Pesantren Cendekia Amanah bersama mitra beberapa pesantren di Jakarta, Depok, Bekasi dan Bogor (Jabodetabekbog).

"Hasil sayur yang melimpah digunakan utamanya untuk memenuhi kebutuhan santri. Namun nyatanya masih lebih banyak sehingga hasilnya dijual kepada wali murid, jemaah pengajian pesantren dan sampai supermarket," beber Cholil Nafis, Senin (18/3).

Dengan kesuksesan mengembangkan pertanian hidroponik ini tak heran bila Bank Indonesia dan Bank Syariah Indonesia ikut membantu, turun tangan mengembangkan produk pertanian pesantren.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjoyo meresmikan gedung Distributio Center (DC) Pesantren Cendekia Amanah di Depok beserta Green House delapan Pesantren mitra pada Minggu (17/3/2024). Foto: Dok. Istimewa

Pada Minggu (17/3), Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjoyo meresmikan gedung Distribution Center (DC) Pesantren Cendekia Amanah di Depok beserta Green House delapan Pesantren mitra, yaitu Pesantren Alkaukab Cibinong Bogor, Pesantren Algiebra Bogor, Pesantren Assa’adah Bogor, Pesantren An-Nahdlah Depok, Pesantren Ar-Rahmah Cibubur, Pesantren Darul Rahman Bogor, Pesantren Nurul Huda Bekasi, dan pesantren Pendawa Parung, Bogor.

Hadir dalam acara peresmian gedung Distribution Center itu Muliaman D Haddad Komisaris Utama Bank Syariah Indonesia, Plt. Direktur Pesantren Kemenag RI Prof. Waryono Abd Ghafur, wakil Wali Kota Depok Imam Budi Hartono, dan para pengasuh pesantren.

"Kini petani Pesantren Cendekia Amanah selain sebagai petani juga sebagai aggregator yang membina lebih dari 10 pesantren yang telah mengikat menjadi ekosistem ekonomi pesantren. Semua itu mengikat dalam Asosiasi Gerakan Pengasuh Pesantren Indonesia (GAPI)," ujar Cholil.

Kiai Cholil menjelaskan pesantren Cendekia Amanah selain menyiapkan calon-calon pemimpin masa depan juga ingin mencetak kader entrepreneur.

"Dan ingin menjadikan pesantrennya sebagai inkubator pengembangan ekonomi dan ketahanan pangan berbasis Pesantren. Kini usaha-usaha selain hidroponik juga ada pertanian ikan dan dan ayam petelur. Semua itu utamanya untuk kebutuhan pesantren dan lebih diperdagangkan," beber Kiai Cholil.

Sementara dalam acara pada Minggu itu, Gubernur BI memaparkan tentang pentingnya ketahanan pangan berbasis pesantren. Sebab di antara fungsi pesantren selain pendidikan dan dakwah juga pemberdayaan.

Maka tepat menjadikan pesantren sebagai sentra ketahanan pangan dan bisnis pertanian. Karena biasanya pesantren berbasis wakaf dan masih banyak tanah yang bisa dimanfaatkan untuk pertanian.

Terakhir, Kiai Cholil, mengutip ahli hukum dan ekonomi Islam yakni Muhammad bin al-Hasan bin Farqad asy-Syaibani, yang juga murid dari Abu Hanifah.

Menurut Al-Syaibani, yang lahir pada tahun 132 hijriah ini, usaha-usaha perekonomian terbagi atas empat macam, yaitu sewa-menyewa, perdagangan, pertanian, dan perindustrian. Di antara keempat usaha perekonomian tersebut, Al-Syaibani lebih mengutamakan usaha pertanian dari usaha lain.

Menurutnya, pertanian memproduksi berbagai kebutuhan dasar manusia yang sangat menunjang dalam melaksanakan berbagai kewajibannya.

"Dalam perekonomian, pertanian merupakan suatu usaha yang mudah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Allah telah menyediakan sawah dan ladang untuk bercocok tanam. Dan makanan yang kita makan merupakan hasil dari pertanian," tutup Kiai Cholil mengutip Syaibani.