kumparan
11 Nov 2018 1:36 WIB

Pesawat Fly Jamaica Airways Tergelincir, 10 Orang Luka-Luka

Pesawat Fly Jamaica Terjatuh di Georgetown, Guyana. (Foto: AFP/Denis Chabrol)
Pesawat Fly Jamaica Airways OJ 256 tergelincir di bandara di Ibu Kota Guyana, Georgetown pada Jumat (9/11). Akibat insiden tersebut, sepuluh orang dikabarkan luka-luka.
ADVERTISEMENT
Pesawat semula akan menuju Toronto, Kanada. Nahas, 10 menit setelah tinggal landas, pilot melaporkan bahwa ada masalah dengan sistem hidrolik yang membuat pesawat harus kembali ke bandara asal.
Menteri Transportasi Guyana, David Petterson, mengatakan bahwa ketika pesawat kembali ke bandara, pesawat sempat menabrak dan tergelincir di landasan pacu. Lebih lanjut, menurut Petterson, akibat insiden tersebut, korban langsung dilarikan ke sebuah rumah sakit di dekat bandara di Pantai Atlantik Amerika Selatan.
Salah satu penumpang, Invor Bedessee, menceritakan keadaan mencekam terjadi di kabin pesawat ketika insiden terjadi. “Semua orang menjadi gila, menjerit, menangis untuk hidup mereka.”
“Ada (beberapa orang) terluka karena turun atau tidak turun dengan cepat, sehingga orang-orang di belakang mereka menendang mereka,” kata Invor kepada CBC dilansir Asia One, Sabtu (10/11).
Pesawat Fly Jamaica Terjatuh di Georgetown, Guyana. (Foto: AFP/Denis Chabrol)
Bedessee menceritakan, sebelum lepas landas, pesawat sempat delay selama 45 menit akibat salah satu pintu di sisi kiri pesawat tidak bisia tertutup secara sempurna. Sampai pada akhirnya petugas maskapai memperbaikinya dan pesawat dinyatakan laik terbang.
ADVERTISEMENT
Kepala petugas medis Guyana, Shamdeo Persaud, menjelaskan bahwa lima oroang yang terluka telah dirujuk ke rumah sakit lain untuk mendapatkan penanganan lebih serius. Kelimanya mengalami cedera tulang belakang yang cukup hebat.
Berdasarkan manifes, tercatat ada 118 penumpang--termasuk 82 warga negara Kanada--serta delapan kru berada di atas pesawat. Menurut juru bicara Pemerintahan, Philip Hannan, di Ottawa, tidak ada warga negara Kanada yang menjadi korban akibat tragedi tersebut.
Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Guyana, Egbert Field, mengatakan hingga saat ini pilot belum bisa diwawancarai untuk mencari tahu tragedi tersebut. Akan tetapi, menurut Field, black box VCR dan FDR pesawat telah dikirim ke Amerika Serikat untuk dianalisis.
"Mereka telah diambil dan akan dikirim ke Dewan Keselamatan Transportasi Nasional untuk decoding," lanjut Field.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, perwakilan maskapai Fly Jamaica OJ256 mengkonfirmasi seluruh penumpang dan awak pesawat dalam kondisi aman. Sebagai bentuk pertanggungjawaban, pihak maskapai menyediakan bantuan dan segera merilis setiap perkembangan yang terjadi.
Untuk mempermudah penyidikan, polisi dan tentara Guyana terlihat mengamankan lokasi kejadian.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan