Pesawat Jet yang Diduga Ditumpangi Bos Wagner Group Tiba di Belarusia

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Founder perusahaan militer swasta Wagner, Yevgeny Prigozhin Foto: REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Founder perusahaan militer swasta Wagner, Yevgeny Prigozhin Foto: REUTERS

Sebuah pesawat jet yang diduga ditumpangi oleh bos organisasi tentara bayaran Rusia Wagner Group, Yevgeny Prigozhin, dilaporkan telah tiba di Belarusia pada Selasa (27/6).

Dikutip dari Reuters, situs web pelacakan penerbangan Flightradar24 menunjukkan maskapai Embraer Legacy 300 berkode identifikasi sama dengan yang tercantum dalam dokumen sanksi Amerika Serikat terhadap Prigozhin turun di ketinggian dekat Ibu Kota Minsk.

Pesawat jet ini pertama kali muncul di situs Flightradar24 pada Sabtu (24/6) di wilayah udara Rostov. Prigozhin berpotensi dibawa untuk mengasingkan diri di Belarusia, tiga hari setelah pemberontakannya yang singkat melawan militer Rusia berakhir.

Prigozhin terakhir kali tersorot kamera pada malam hari itu, setelah memerintahkan tentaranya untuk mundur dan berbalik arah. Pria berusia 62 tahun ini tampak tersenyum saat meninggalkan Rostov mengendarai mobil SUV.

Sebelumnya, pada hari itu juga Prigozhin mengatakan dirinya dan beberapa anggota Wagner Group akan pindah ke Belarusia sebagai bagian dari kesepakatannya dengan Presiden Alexander Lukashenko.

Pejuang kelompok tentara bayaran swasta Wagner berjaga di jalan dekat markas besar Distrik Militer Selatan di kota Rostov-on-Don, Rusia, 24 Juni 2023. Foto: Reuters

Dalam kesepakatan yang dijembatani Lukashenko ini, Kremlin mengatakan Prigozhin beserta anggota Wagner Group yang terlibat dalam pemberontakan akan dibebaskan dari penyelidikan pidana — asalkan mereka pindah ke Belarusia untuk mengasingkan diri.

Presiden Rusia Vladimir Putin dalam pidatonya pada Senin (26/6) mengatakan, dirinya mengizinkan para tentara Wagner Group untuk pindah ke Belarusia dan melanjutkan aktivitas organisasinya di sana.

Bahkan, para tentara Wagner Group yang sebagian besar terdiri dari narapidana Rusia ini diberi pilihan untuk kembali ke rumahnya masing-masing.

embed from external kumparan

"Hari ini Anda memiliki kemungkinan untuk terus melayani Rusia dengan menandatangani kontrak dengan Kementerian Pertahanan atau lembaga penegak hukum lainnya, atau kembali ke keluarga dan orang-orang terdekat Anda. Siapa pun yang ingin bisa pergi ke Belarusia," jelas Putin.

Di negara tetangga Rusia ini, aktivitas Wagner Group akan tetap berjalan seperti biasa — markas besarnya di Kota Saint Petersburg pun dikabarkan masih beroperasi. Mereka dilaporkan akan berfokus pada misi-misi di Afrika dan Timur Tengah saja.