Pesawat Kecil Hantam Gedung Tertinggi Beijing, Pilot Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Eksterior Menara CITIC yang rusak, juga dikenal sebagai China Zun, di Beijing, China, Jumat (27/6/2026). Foto: Maxim Shemetov/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Eksterior Menara CITIC yang rusak, juga dikenal sebagai China Zun, di Beijing, China, Jumat (27/6/2026). Foto: Maxim Shemetov/REUTERS

Sebuah pesawat kecil menabrak gedung tertinggi di ibu kota China, Beijing, pada Jumat (26/6). Otoritas setempat menyebut satu orang tewas dan 13 lainnya terluka akibat kejadian tersebut.

Pemerintah China mengungkapkan, 13 korban luka tidak berada di dalam pesawat tersebut. Seluruh korban saat ini sedang menjalani perawatan.

"Sebuah pesawat olahraga ringan bermesin tunggal berkapasitas dua tempat duduk bertabrakan dengan gedung tinggi saat terbang di dekat Jalan Lingkar Ketiga Timur di Distrik Chaoyang pada pukul 17.55 (09.55 GMT) tanggal 26 Juni," demikian pernyataan pemerintah Distrik Chaoyang di Beijing yang diunggah di media sosial, seperti dikutip Reuters.

"Hanya ada satu orang di dalam pesawat, yaitu pilot, yang meninggal," lanjut pernyataan tersebut, tanpa memberikan rincian lebih lanjut mengenai kemungkinan penyebab kecelakaan.

Kecelakaan itu menyebabkan fasad gedung pencakar langit tersebut rusak. Namun, pada Sabtu (27/6), bagian yang rusak telah ditutup.

Menurut laporan Reuters, gedung yang ditabrak adalah Menara CITIC atau China Zun yang memiliki ketinggian 528 meter. Gedung tersebut berada di Kawasan Pusat Bisnis (CBD) Beijing.

Kecelakaan udara jarang terjadi di Beijing karena wilayah udara ibu kota China itu menerapkan aturan larangan terbang yang sangat ketat.

Kecelakaan pesawat terakhir di Beijing terjadi pada 2022. Saat itu, sebuah helikopter wisata jatuh dalam penerbangan antara Distrik Changping dan Distrik Fangshan, menewaskan dua pilot.