Pesawat Militer Rusia Terbang Bebas di Atas Gedung Putih

Sebuah pesawat militer Rusia terlihat terbang di atas beberapa bangunan vital di ibukota Amerika Serikat, Washington DC. Bahkan jet dari negara yang bersitegang dengan AS itu melintasi Gedung Putih dan Pentagon dengan bebas. Ada apa?
Pesawat militer Rusia Tupolev Tu-154 terbang pada Rabu sore di atas Washington DC dengan ketinggian sekitar 3.700 kaki. pesawat ini melintas di atas P-56, zona udara larangan terbang di sekitar Gedung Putih.
Selain itu, pesawat Rusia ini 'bebas nyelonong' di atas markas Kementerian Pertahanan AS, Pentagon, dan CIA, sambil sesekali menurunkan ketinggian.
Pesawat militer Rusia lainnya dalam waktu yang berbeda juga terbang di atas Bedminster, New Jersey, tempat Presiden Donald Trump sedang berlibur. Armada tempur udara Rusia itu kemudian melesat ke atas lapangan golf milik Trump di Virginia, dan Mount Weather, tempat yang diyakini berada bunker rahasia pemerintah AS.

Semua manuver pesawat Rusia ini dilakukan tanpa ada satu pun gangguan dari pertahanan AS, padahal Washington DC adalah pusat pemerintahan yang sangat penting.
Kok bisa?
Ternyata pesawat militer Rusia itu telah dapat izin untuk berkeliling di Washington atas dasar kesepakatan kedua negara yang dikenal dengan Perjanjian Langit Terbuka. Jet itu tidak bersenjata dan terbang dari Pangkalan Militer Gabungan Andres di Maryland, tempat pesawat pengangkut presiden AS atau Air Force One parkir.
Di bawah Perjanjian Langit Terbuka yang disepakati sejak tahun 2002 itu, jet tempur asing bebas terbang di negara-negara yang meneken perjanjian untuk memantau sendiri keadaan di negara lain, menimbulkan rasa saling percaya, terutama soal pengendalian pengembangan senjata.
Saat ini sudah ada 1.200 penerbangan jet tempur Rusia di AS di bawah perjanjian ini. Selain pilot Rusia, di dalam jet itu juga ada personel Angkatan Udara AS. Penerbangan itu juga diawasi dengan ketat oleh AU AS.

Jet tempur yang dikerahkan Rusia memiliki kemampuan intelijen, dilengkapi dengan perangkat pemotretan udara, pemindai panas, dan kemampuan tangkapan sinyal intel.
Sebelum penerbangan dilakukan, pemerintah AS telah memberitahukannya kepada aparat keamanan di Washington. Namun, pemerintah tidak menyebutkan jet tempur dari negara mana yang akan melintas.
"Pesawat itu akan besar dan terbang mengarah ke US Capitol. Penerbangan ini akan dimonitor oleh Pusat Komando Polisi Capitol dan badan federal pemerintah lainnya," ujar surat pemberitahuan itu.
Penerbangan itu dilakukan di tengah kondiri hubungan AS-Rusia yang memburuk. Banyak politisi AS yang menuding Rusia telah ikut campur dalam pemilu presiden tahun lalu dengan cara meretas email Hillary Clinton. Kemenangan Donald Trump juga disebut akibat bantuan dari Rusia.
