Pesawat Susi Air Kecelakaan di Timika Diduga karena Cuaca Buruk

23 Juni 2022 9:15
·
waktu baca 2 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Pesawat Susi Air Kecelakaan di Timika Diduga karena Cuaca Buruk (153023)
zoom-in-whitePerbesar
Pesawat Susi Air di Bandara Hang Nadim Batam Foto: Wiji Nurhayat/kumparan
ADVERTISEMENT
Pesawat Susi Air kecelakaan saat terbang di Timika, Kabupaten Mimika menuju Duma, Kabupaten Paniai, Papua, pada Kamis (23/6) pagi. Kecelakaan diduga karena cuaca buruk di lokasi.
ADVERTISEMENT
"Penyebab kecelakaan diduga cuaca buruk," kata Chairman Susi Air, Susi Pudjiastuti, saat dikonfirmasi, Kamis (23/6).
Pesawat Susi Air PK BVM itu terbang dari Timika terbang pukul 05.34 WIT lalu mengalami kecelakaan pukul 05.54 WIT. Saat itu pesawat tengah membawa 6 penumpang dan 1 pilot.
"Dan semua penumpang dan 1 pilot selamat dalam kecelakaan ini," tambah Susi.
Pesawat Susi Air Kecelakaan di Timika Diduga karena Cuaca Buruk (153024)
zoom-in-whitePerbesar
TIM SAR dari Kantor SAR Timika siapkan evakuasi Susi Air yang kecelakaan di Timika. Foto: Basarnas
Susi menjelaskan, Susi Air merupakan maskapai yang memiliki frekuensi 80-90 penerbangan per hari. Susi Air melayani penerbangan dari wilayah Ibukota atau secondary city hingga wilayah terpencil.
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Rute Timika-Duma harusnya hanya ditempuh oleh pesawat Pilatus Porter ini hanya sekitar 15 menit. "Saat ini proses evakuasi sedang berlangsung," ucap dia.
Pesawat Susi Air Kecelakaan di Timika Diduga karena Cuaca Buruk (153025)
zoom-in-whitePerbesar
Maskapai Susi Air. Foto: Wiji Nurhayat/kumparan
Susi mengatakan, pesawat dengan cepat bisa diketahui lokasinya karena memiliki sistem khusus. Sehingga dapat memudahkan evakuasi oleh Basarnas.
ADVERTISEMENT
"Lokasi jatuhnya pesawat sudah diketahui, karena pesawat Susi Air selalu dilengkapi sistem yang bisa mendeteksi lokasi kalau pesawat jatuh. Saat ini, evakuasi sedang dilakukan Tim Basarnas dan personel TNI," tutur dia.
Susi menjelaskan, pesawat Pilatus Porter ini merupakan pesawat buatan 2009, yang baru saja diservis di Swiss.
"Pesawat ini datang ke Indonesia setelah servis pada November 2021," tutup Susi.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020