Peserta PPDB di Semarang Diduga Palsukan Piagam untuk Daftar Jalur Prestasi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi siswa tidak lolos PPDB. Foto: Pramata/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi siswa tidak lolos PPDB. Foto: Pramata/Shutterstock

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Jawa Tengah menemukan piagam palsu dalam pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB) Jawa Tengah (Jateng) 2024. Piagam palsu itu digunakan untuk mendaftar lewat jalur prestasi ke sekolah favorit.

Kepala Disdikbud Jateng, Uswatun Hasanah, mengatakan piagam yang diduga palsu itu tersebut dikeluarkan oleh salah satu SMP Negeri di Kota Semarang. Piagam itu kemudian digunakan untuk mendaftar di sejumlah SMA Negeri.

"Jadi kronologinya Dinporapar pas Rabu (26/6) dapat aduan dari masyarakat terkait dugaan piagam kejuaraan palsu, diklarifikasilah (di SMP yang mengeluarkan)," kata Uswatun saat dihubungi, Minggu (30/6).

Ia menjelaskan, piagam yang dipalsukan itu merupakan hasil kejuaraan marching band di Malaysia. Sebenarnya mereka meraih juara 3 dalam kejuaraan tersebut, namun juaranya diduga dipalsukan menjadi juara 1 sebelum dilegalisir oleh pihak sekolah dan Dinporapar.

"Nama kejuaraannya benar, marching band di Malaysia, ada kejuaraanya, tapi yang tak benar, perolehannya, Jadi lombanya ada, juaranya 3, tapi yang bersangkutan [wali murid] mengakui piagam yang dimintai legalitas buatan sendiri, juara 1 (bukan 3)," jelas dia.

Petugas membantu orang tua murid dan calon peserta didik baru melakukan pengecekan status pendaftaran Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Posko Pelayanan PPDB, Jakarta, Senin (10/6/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Ia menyebut, piagam tersebut bisa lolos dalam sistem PPDB karena secara legalitas itu merupakan dokumen resmi. Sebab ada legalitas dari dinas dan pihak sekolah.

"Mengapa piagam tetap masuk? Karena ada absahan kepala sekolah dan legalitas Diporapar. Secara dokumen resmi keabsahaanya, tapi kebenarannya?," jelas dia.

Ia sendiri belum memastikan berapa jumlah piagam yang tersebar. Namun, dirinya sudah menerjunkan tim untuk menyelidiki kasus ini.

"Jumlahnya [piagam] berapa, tersebar di sekolah mana saja, walimuridnya siapa belum tahu. (Tapi lebih dari 1 piagam palsu). Tim sudah turun menangani," kata Uswatun.

Sementara itu, Kasatreskrim Polrestabes Semarang, Kompol Andika Dharma Sena menambahkan, pihaknya melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Meski belum ada laporan resmi.

"Informasi warga, kita lihat pemberitaan. Dari Satreskrim saat ini sudah melakukan penyelidikan. Apabila ada dugaan pemalsuan, kita akan dalami dan klarifikasi," tegas Andika.

Pihaknya juga berencana akan meminta keterangan dari pihak sekolahan maupun pembina dari marching band tersebut.

"Pihak sekolah SMP dan instansi terkait. Lihat, apakah piagam itu benar dijadikan sebagai acuan ke sekolah favorit. Dari hasil pemeriksaan baru rencanakan nanti siapa saksi yang akan kita periksa. Bisa ke pihak sekolah, juga pembina marching band pastinya," kata Andika.