Pesona Macan Tutul Jawa yang Tertangkap Kamera di Gunung Salak

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Macan Tutul tertangkap kamera di Gunung Salak. Foto: Instagram/ @btn_gn_halimunsalak
zoom-in-whitePerbesar
Macan Tutul tertangkap kamera di Gunung Salak. Foto: Instagram/ @btn_gn_halimunsalak

Seekor Macan tutul jawa (Panthera pardus melas), satwa langka dan dilindungi, berhasil terekam kamera trap di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

"Rekaman didapatkan pada tanggal 16 Maret 2025, hasil dari pemasangan kamera trap oleh Tim petugas dari Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS)," kata Balai TN Gunung Halimun Salak dalam akun Instagramnya dikutip Rabu (14/5).

Pemantauan ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi ekosistem, memantau populasi satwa kunci. Serta memastikan efektivitas upaya konservasi habitat dan spesies kunci.

"Dengan memasang kamera trap di jalur-jalur strategis yang berpotensi menjadi lintasan satwa liar,"

"Kamera otomatis merekam satwa yang melintas, termasuk kemunculan Macan Tutul Jawa ini.

Macan tutul jawa adalah salah satu satwa yang merupakan predator puncak di banyak lansekap hutan di Jawa. Satwa ini telah hidup sejak ribuan tahun yang lalu dan merupakan satwa yang dilindungi di Indonesia.

Jenis kucing besar ini merupakan satwa endemik pulau Jawa. Artinya dia hanya hidup di bentang geografis tertentu dan tidak ditemukan di lokasi yang lain.

Ia memiliki dua variasi warna bulu yaitu varian warna gelap yang sering disebut macan kumbang dan varian warna terang yang kita kenal dengan macan tutul. Keduanya merupakan jenis spesies satwa yang sama.

Dari kedua induk yang tutul dapat dilahirkan variasi terang maupun gelap. Macan kumbang merupakan matulja yang mengalami melanisme (mutasi genetik yang membuat produksi melanin menjadi sangat berlebihan) tetapi dalam intensitas cahaya tertentu, tetap dapat terlihat pola tutulnya.