Petaka Sopir Alphard Tabrak Gerobak Bakso-15 Kendaraan di Surabaya

Mobil Toyota Alphard berpelat N 1882 NCI menabrak 15 kendaraan di Jalan Menur Pumpungan, Kecamatan Sukolilo, Surabaya, Rabu (9/9) sore. Akibatnya 5 orang mengalami luka berat dilarikan ke rumah sakit.
Pantauan di lokasi sekitar pukul 16.00 WIB, mobil Toyota Alphard hitam bernomor polisi N 1882 NCI terhenti di bahu jalan sebelah kiri, tepat di depan sebuah dealer motor. Bagian depan mobil ringsek, sementara kaca depan terlihat pecah.
Di depan Alphard terdapat mobil Honda Yaris putih yang mengalami kerusakan pada bagian depan dan belakang. Belasan sepeda motor di sekitar lokasi juga tampak ringsek dengan sejumlah bagian bodi pecah. Sebuah gerobak bakso turut mengalami kerusakan.
Tiga ambulans terlihat berada di lokasi untuk mengevakuasi korban. Sejumlah korban yang mengalami luka-luka langsung dibawa ke rumah sakit terdekat.
Seorang pria yang diduga merupakan pengemudi Alphard sempat dikerumuni warga di sekitar dealer motor. Tak lama kemudian, polisi tiba dan mengamankan pria tersebut untuk dibawa menggunakan mobil polisi.
Salah satu korban, Jeriko (26), warga asal Sumatera yang bekerja di sebuah koperasi simpan pinjam, menceritakan detik-detik sebelum kecelakaan terjadi.
Menurut Jeriko, kecelakaan bermula ketika Alphard diduga menabrak sebuah mobil di persimpangan lampu merah Jalan Arif Rahman Hakim. Setelah kejadian itu, pengemudi Alphard disebut melarikan diri ke arah Jalan Menur Pumpungan.
"Awalnya dari lampu merah sana, dia duluan ditabrak (menabrak) mobil Alphard. Nah, terus yang Alphard ini kabur," ujar Jeriko saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (9/9).
Menurut Jeriko, laju Alphard sempat terhenti karena kondisi lalu lintas yang macet. Namun, kendaraan tersebut kemudian kembali melaju di tengah kepadatan lalu lintas.
"Sempat macet, dia sempat berhenti. Berhentinya itu bukan kayak mobil biasanya, gasnya itu ditekan. Pas mulai jalan, baru dua menit kemudian dari belakang udah diseruduk semua," jelasnya.
Jeriko yang saat itu melintas menggunakan sepeda motor Honda Vario ikut menjadi korban. Motornya dihantam dari belakang oleh Alphard hingga rusak parah.
"Iya, emang langsung diseruduk dari belakang semua tanpa klakson, sampai terhenti nabrak mobil putih (Honda Yaris)," katanya.
Jeriko menyebut sejumlah orang mengalami luka akibat kecelakaan tersebut. Berdasarkan informasi yang diterimanya, sekitar empat orang mengalami luka berat dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
"Nggak ada yang meninggal, cuma luka-luka. Tapi ada luka berat sekitar empat orang, salah satunya tukang antar paket, kepalanya luka parah," ungkapnya.
Polisi Tahan Sopir Alphard
Kanit Lantas Polsek Sukolilo, Ipda Bambang Sutrisno, mengatakan sopir Alphard telah diamankan di Polsek Sukolilo. Sementara itu, lima orang yang menjadi korban dalam kecelakaan tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Haji Surabaya.
"Ada lima. Itu luka semua. Jadi untuk korban dilarikan ke Rumah Sakit Haji. Dan untuk yang punya dari Alphard sudah diamankan Polsek Sukolilo," kata Sutrisno di lokasi kejadian, Rabu (9/9).
Sutrisno menjelaskan kecelakaan bermula saat Alphard melaju dari arah timur. Sebelum tiba di Jalan Menur Pumpungan, mobil tersebut terlebih dahulu menabrak sebuah mobil di lampu merah Jalan Arief Rahman Hakim.
Setelah itu, pengemudi Alphard terus melaju hingga masuk ke Jalan Menur Pumpungan. Di lokasi tersebut, mobil kemudian menabrak rombong bakso yang berada di tepi jalan.
"Masih lancar yang arah dari timur, cuma kejadiannya beruntun di sini. Pertama itu nabrak bakso. Mungkin hilang keseimbangan, langsung nyasar yang parkir roda empat," ucapnya.
Alphard kemudian melaju dan menabrak sejumlah kendaraan di depan dealer motor. Polisi mencatat ada 10 sepeda motor dan tiga mobil yang terdampak.
Dari 10 sepeda motor tersebut, lima sedang dikendarai, sedangkan lima lainnya dalam kondisi terparkir.
"Kalau kendaraannya 10, nah roda empatnya tiga. Iya, yang lainnya (5 pengendara motor) berkendara, sisanya (5 motor) yang parkir (ditabrak)," kata Sutrisno.
Akibat kecelakaan tersebut, lima orang mengalami luka-luka. Polisi memastikan tidak ada korban meninggal dunia.
"Oh, enggak ada (korban meninggal), enggak ada. Cuma laka luka berat sama ringan, ya," ujarnya.
Sutrisno mengatakan polisi masih mendalami penyebab kecelakaan, termasuk dugaan pengemudi mengendarai mobil dalam pengaruh alkohol atau zat terlarang.
"Belum, belum mengerti. Nanti oleh Reskrim nanti disidik lebih lanjut," tambahnya.
Sopir Alphard kini diamankan di Polsek Sukolilo untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
"Iya diamankan di Polsek Sukolilo," tutup Sutrisno.
Pengakuan Sopir
Pengemudi Alphard, Yusuf (52), mengaku kehilangan kendali saat mengemudi karena mengantuk setelah mengkonsumsi obat. Saat itu, kondisi tubuh Yusuf disebut sedang kurang fit.
Sebelumnya, Yusuf sempat menabrak Toyota Innova Zenix di lampu merah Jalan Arief Rahman Hakim sebelum akhirnya menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Menur Pumpungan.
"Saya kan habis nggak enak badan ya, habis minum obat. Pas di lampu merah itu saya nggak sadar nubruk Zenix. Terus Zenix-nya kan jalan, maksudnya mau diselesaikan. Nah pas di situ Zenix mobilnya masih kena juga," ujar Yusuf kepada wartawan, Rabu (9/9).
Yusuf mengaku situasi jalan yang macet membuatnya sempat berniat beristirahat sejenak di dalam mobil.
Namun, warga menggedor mobilnya setelah ia menabrak Toyota Zenix. Yusuf kemudian panik dan menekan pedal gas hingga menabrak sejumlah kendaraan di Jalan Menur Pumpungan.
"Nah terus kan itu macet ya. Nah saya itu berhenti. Niatku mungkin mau tiduran gitu ya. Terus digedor-gedor begini, akhirnya saya keliru nginjak gas saya. Nggak sadar saya," ucapnya.
Kecepatan Tinggi
Sementara Kapolsek Sukolilo AKP Yunus Kurniawan mengatakan, mobil Alphard yang dikendarai Yusuf sempat melaju dengan kecepatan tinggi sebelum akhirnya terhenti.
"Untuk kejadian yang di Menur Pumpungan, ini merupakan laka beruntun yang melibatkan kurang lebih sekitar 4 kendaraan roda empat dan 11 kendaraan roda dua. Sempat nabrak rombong bakso juga," kata Yunus.
Berdasarkan penelusuran awal dan rekaman CCTV, kecelakaan beruntun ini diduga berawal dari insiden tabrakan pertama yang terjadi sekitar 500 meter di sebelah timur lokasi kejadian utama.
"Menurut informasi juga dari pengemudi, awal itu pengemudi Alphard ini sudah mengalami insiden dengan pengemudi lain (Innova). Mungkinkah dari pengemudi Alphard ini lari ketakutan. Berdasarkan bukti CCTV yang ada di lokasi dari warga setempat, itu ada kecepatan lumayan kecepatan tinggi dari Alphard," jelasnya.
Terkait dugaan Yusuf sengaja melarikan diri setelah tabrakan pertama, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman. Saat ini, Yusuf telah diamankan di Polsek Sukolilo untuk didalami.
"Kalau itu (indikasi melarikan diri) masih didalami, karena kami dari Polsek Sukolilo hanya melaksanakan TPTKP. Nanti kewenangan di pendalaman itu dari Satlantas Polrestabes Surabaya. Pengemudi Alphard kami amankan di Polsek Sukolilo," ucap dia.
