Petugas Damkar Jadi Korban Reruntuhan Gedung, DLH DKI Pastikan Kondisinya Stabil

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Humas DLH DKI Yogi Ikhwan. Foto: Devi Nindy/ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Humas DLH DKI Yogi Ikhwan. Foto: Devi Nindy/ANTARA

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memastikan petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) yang tertimpa reruntuhan bangunan saat proses pembongkaran gedung lama DLH di Cililitan, Jakarta Timur, Sabtu (6/6), dalam kondisi stabil dan telah mendapat penanganan medis.

Humas DLH DKI Jakarta, Yogi Ikhwan, menjelaskan kejadian terjadi saat kegiatan pembongkaran berlangsung pada bangunan lama yang sudah tidak digunakan di Jalan Mandala V, Kelurahan Cililitan.

“Pada saat proses pembongkaran berlangsung, salah satu tiang kolom bangunan lama roboh dan mengenai kendaraan operasional Damkar yang berada di sekitar area kegiatan,” ujar Yogi dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (6/6).

Kondisi terkini mobil pemadam kebakaran yang tertimpa bangunan di lokasi pembongkaran gedung DLH DKI Jakarta, Cililitan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Yogi menjelaskan, di dalam kendaraan tersebut terdapat dua petugas Damkar. Salah satu di antaranya terdampak dan segera dievakuasi ke RS Polri untuk mendapat penanganan medis.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis, termasuk CT Scan, kondisi petugas saat ini stabil. Sesuai prosedur medis, yang bersangkutan masih menjalani observasi selama 24 jam untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap baik,” lanjut Yogi.

Kondisi terkini mobil pemadam kebakaran yang tertimpa bangunan di lokasi pembongkaran gedung DLH DKI Jakarta, Cililitan, Jakarta, Sabtu (6/6/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Yogi menuturkan, kehadiran Damkar di lokasi merupakan bagian dari koordinasi yang dilakukan DLH. Mengingat lokasi berada di kawasan permukiman padat penduduk, DLH berkoordinasi dengan Satgas Damkar Kelurahan Cililitan untuk membantu proses penyiraman guna meminimalkan debu selama pekerjaan berlangsung.

“Keselamatan petugas menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan lapangan. Kami juga terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar proses penanganan berjalan baik dan kondisi petugas dapat segera pulih,” tutupnya.