Petugas RS Mitra Keluarga Depok yang Tangani Pasien Corona Diambil Spesimennya

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Walikota Depok Mohammad Idris megunjungi RS Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat, Senin (2/3).  Foto: Aprilandika Pratama/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil bersama Walikota Depok Mohammad Idris megunjungi RS Mitra Keluarga Depok, Jawa Barat, Senin (2/3). Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Dinkes Kota Depok bersama dengan Kementerian Kesehatan akan mengambil spesimen sejumlah petugas Rumah Sakit Mitra Depok. Pengambilan spesimen dilakukan pada hari ini, Selasa (3/3), di Studio Alam Indah, Depok, Jawa Barat.

"Kemudian juga Insyaallah pada hari ini direncanakan pengambilan spesimen petugas Rumah Sakit Mitra Keluarga, riwayat kontak, dimulai dari ring satunya. Yaitu riwayat kontak dengan gejala flu," kata Sekda Depok, Hardiono, di lokasi.

Selain kontak langsung secara dekat, petugas yang melakukan kontak dalam jarak 1 meter dengan pasien corona tanpa perlindungan akan dipantau oleh petugas kesehatan.

Pengambilan spesimen langsung dilakukan oleh Balai Teknik Kesehatan Lingkungan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) dengan pendampingan Dinas Kesehatan.

"Kalau diambil lab hasilnynya negatif, yasudah enggak ada masalah. Tapi kalau positif segera dilakukan dirujuk, rujuknya ke mana? Yang khusus untuk ke RS infeksi, di Jakarta ada beberapa di RS Sulianti Saroso dan juga RSPAD. RSCM juga bisa," kata dia.

Kondisi terkini Rumah Sakit Mitra Keluarga Depok. Foto: Aprilandika Pratama/kumparan

Hardiono tak menjelaskan lebih lanjut di mana pengambilan sampel tersebut dilakukan. Nantinya, spesimen akan dibawa ke Balitbangkes Kemenkes.

Terkait pengambilan spesimen, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes RI dr Anung Sugihantono sempat menjelaskan hal itu. Ia mengatakan, penanganan macam itu dilakukan dengan melakukan survaillance contact melalui metode klastering.

Adapun klaster tersebut mulai dari kontak erat, kontak dekat, dan kontak dalam satu ruangan. Pengambilan spesimen hanya dilakukan kepada orang dengan kontak erat. Sementara kontak dekat dan dalam ruangan akan dipantau.

"Tetapi kalau saya dekat dengan dinyatakan positif saya berada di dalam proses pemantauan. Kalau jumlahnya lebih dari satu maka pemantauan ini bisa dilakukan pengambilan sampel secara acak untuk kemudian dilakukan pemeriksaan," kata Anung, di Kemenkes, Senin (3/3).

Sebelumnya, Wali Kota Depok Mohammad Idris menyampaikan sekitar 70 tenaga medis RS Mitra Keluarga Depok yang sempat berinteraksi dengan dua pasien positif virus corona.

Ke-70 orang tersebut kemudian akan dirumahkan. Berdasarkan keterangan yang diterima Idris, beberapa perawat mengeluhkan ikut menunjukkan gejala.