PGN Tutup Aliran Gas untuk Penghuni usai Ledakan di Grand Polonia Medan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Petugas mengoperasikan alat berat saat mengevakuasi korban ledakan di sebuah rumah di Komplek Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Petugas mengoperasikan alat berat saat mengevakuasi korban ledakan di sebuah rumah di Komplek Grand Polonia, Medan, Sumatera Utara, Selasa (21/7/2026). Foto: Yudi Manar/ ANTARA FOTO

PT Perusahaan Gas Negara (PGN) membenarkan pipa gas terpasang di perumahan Grand Polonia Medan. Pipa tersebut menyalurkan gas untuk setiap rumah di dalam kompleks, termasuk rumah 3B yang terjadi ledakan.

"Memang benar kami sampaikan bahwa kami mempunyai jaringan pipa gas di perumahan Grand Polonia ini yang melayani pelanggan di dalam kompleks ini, termasuk di rumah 3B tersebut," kata General Manager Regional I PGN, Andi Sangga, saat ditemui di lokasi, Selasa (21/7).

Andi mengatakan usai terjadi ledakan, jaringan gas tersebut ditutup. Maka itu ia memastikan lingkungan perumahan tetap aman.

"Jadi kami bisa sampaikan bahwa gas bumi itu yang sebagian besar itu adalah metana, itu adalah gas yang ringan gitu ya. Jadi setelah kita tutup, tidak ada aliran gas yang masuk. Otomatis semua aman gitu di dalam lingkungan tersebut," ujar Andi.

Jaringan pipa gas tersebut terpasang di kompleks Grand Polonia Medan sejak 2003. Andi memastikan pihaknya rutin melakukan perawatan setiap satu hingga tiga bulan.

Sebelumnya, Polrestabes Medan menjelaskan bahwa dugaan sementara ledakan berasal dari kebocoran pipa gas tanam yang ada di perumahan Grand Polonia. Ledakan terjadi pada Senin (20/7) kemarin.

"Hasil investigasi awal adanya kebocoran dari pipa gas tanam atau pipa gas bawah tanah," kata Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak, Senin (20/7).

Calvijn mengatakan, dugaan pipa gas itu terdeteksi oleh alat pendeteksi gas.

"Tadi kami sudah masuk dengan menggunakan alat pendeteksi gas, memang terdeteksi di situ," ujar Calvijn.

"Namun demikian, dugaan baru investigasi awal dan akibat itu ada beberapa rumah yang terdampak pecahan serpihan kacanya," pungkas Calvijn.