PGRI: Kesejahteraan dan Perlindungan Guru Jadi Investasi Masa Depan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pusat, Unifah Rosyidi, pada Education Internasional Asia-Pacific Regional Conference, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pusat, Unifah Rosyidi, pada Education Internasional Asia-Pacific Regional Conference, Jakarta, Selasa (13/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparan

Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Unifah Rosyidi menilai kesejahteraan dan perlindungan guru merupakan investasi penting bagi masa depan anak-anak dan bangsa. Ia menegaskan, PGRI akan terus memperjuangkan hak-hak guru sekaligus memperkuat profesionalisme mereka.

Hal itu disampaikan Unifah dalam Education International Asia-Pacific Regional Conference ke-10 di Jakarta, Selasa (13/10).

"Oleh karena itu, mendukung guru, memperkuat profesionalisme mereka, dan memastikan kesejahteraan mereka merupakan investasi penting bagi masa depan anak-anak, masyarakat, dan tentu saja bangsa kita,” kata Unifah.

Dia juga mengatakan, PGRI akan terus membersamai para guru untuk menjaga martabat profesi, kesejahteraan, serta memastikan guru mendapatkan perlindungan.

"Sejak awal hingga seterusnya, kita akan selalu berdiri bersama para guru, menjunjung tinggi martabat profesi, memperjuangkan kesejahteraan, memperkuat profesionalisme, dan memastikan para guru mendapatkan perlindungan," tegas Unifah.

Ilustrasi Guru Mengajar di Sekolah Rakyat. Foto: Kemendikdasmen

Menurutnya, dukungan terhadap guru menjadi bagian penting dalam membangun masa depan pendidikan. Ia menegaskan bahwa investasi pada guru berarti investasi bagi masa depan.

"Kami sangat yakin bahwa berinvestasi pada guru berarti berinvestasi pada masa depan,” ujarnya.

Unifah juga mengajak para delegasi memperkuat solidaritas dan kerja sama untuk menghadapi tantangan pendidikan serta meningkatkan kualitas profesi guru.

Konferensi Regional Asia-Pasifik Education International ke-10 tersebut dihadiri delegasi dari lebih dari 35 negara di kawasan Asia-Pasifik. PGRI menjadi salah satu tuan rumah penyelenggaraan konferensi bersama Education International Asia-Pacific Region (EIAP).

Unifah berharap pertemuan tersebut menjadi kesempatan bagi para peserta untuk bertukar gagasan, memperkuat solidaritas, dan membangun kerja sama yang lebih erat untuk masa depan pendidikan dan profesi guru.

"Saya berharap hari-hari pelaksanaan konferensi ini memberikan kesempatan berharga bagi kita untuk bertukar gagasan, memperkuat solidaritas, dan membangun kerja sama yang lebih erat demi masa depan pendidikan dan profesi guru," katanya.