Marinir AS dan Korsel Berjibaku di Tengah Salju

Tentara Marinir Amerika Serikat dan Korea Selatan berjibaku di tengah cuaca bersalju di pegunungan. Seakan tidak cukup dingin, mereka bertelanjang dada, lalu bergulat.
Pemandangan itu merupakan bagian dari latihan bersama tentara kedua negara. Diberitakan Reuters, Jumat (27/1), lebih dari 300 marinir ikut serta dalam simulasi tempur di daerah pegunungan kota Pyeongchang.

Latihan bersama dimulai pada 15 Januari dan berakhir pada 3 Februari nanti. Kota Peyongchang akan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2018.
Dalam foto-foto yang dijepret Reuters, terlihat para tentara bertubuh besar mencoba melawan rasa dingin yang mencapai titik beku. Mereka tidak mengenakan baju, hanya celana panjang dan boot.

Sebuah foto menunjukkan pertandingan gulat antara kedua tentara, bergulingan di atas salju. Foto lainnya, tentara berteriak sembari menyiramkan salju ke badannya. Melihatnya saja kita sudah kedinginan.
Sekitar 28.500 tentara AS saat ini bertugas di pangkalan militer Korea Selatan. Latihan kali ini dilakukan di tengah ancaman uji nuklir Korea Utara.

Korea Utara dan Korea Selatan secara teknis masih berperang setelah Perang Korea tahun 1950-1953 berakhir dengan gencatan senjata, bukan kesepakatan damai.
Pihak Korut mengecam latihan militer bersama tersebut, menyebut Korsel sebagai "negara boneka kolonial."

"Jika Korea Utara memicu perang terhadap DPRK, dengan bergantung penuh pada AS, tentara revolusi DPRK akan menyapu bersih penjajah hingga orang terakhir dengan menunjukkan kekuatan yang besar," tulis Korut dalam media mereka.
DPRK adalah nama resmi Korut, Rakyat Demokratis Republik Korea.
