Pidato Biden Diinterupsi Seruan Gencatan Senjata dari Kelompok Pro-Palestina
·waktu baca 2 menit

Pidato Presiden Amerika Serikat Joe Biden di gereja Mother Emanuel, Charleston, diinterupsi oleh seruan dari kelompok pro-Palestina yang menyerukan gencatan senjata di Jalur Gaza, pada Senin (8/1).
Biden saat itu sedang berpidato di gereja yang mayoritas dikunjungi jemaah kulit hitam — saksi bisu pembantaian sembilan orang oleh pria penganut supremasi kulit putih yang terjadi hampir satu dekade lalu. Niatnya, Biden ingin mengalang dukungan dari komunitas kulit hitam menjelang pemilu AS 2024.
Dikutip dari Middle East Eye, pidato Biden tiba-tiba diinterupsi ketika seorang wanita di dalam gereja meneriakkan: "20 ribu nyawa orang Palestina melayang, darah mereka ada di tangan Anda!".
"Jika Anda benar-benar peduli dengan nyawa yang hilang di sini, Anda harus menghormati nyawa dan juga menyerukan gencatan senjata di Palestina!" sambung dia.
Video yang beredar di media sosial menunjukkan, teriakan wanita itu kemudian diikuti oleh seruan dari orang-orang lainnya yang berulang kali menyerukan: "Gencatan senjata sekarang!"
Namun, suara kelompok pro-Palestina itu ditenggelamkan teriakan dukungan untuk Biden yang lebih nyaring. "Empat tahun lagi!" saut mereka.
Peristiwa yang berlangsung selama beberapa menit ini merupakan kritik terbaru dan paling keras — terutama dari pemilik hak suara baru dan komunitas non-kulit putih — atas dukungan Biden untuk sekutu sejatinya, Israel.
Berbagai survei yang dilakukan setelah 7 Oktober 2023 menunjukkan, Biden terancam kehilangan dukungan dari komunitas muslim akibat menolak gencatan senjata di Gaza dan berulang kali memveto resolusi PBB untuk mengakhiri kekerasan di wilayah kantong tersebut.
Hal itu telah menjadi tantangan besar bagi Biden, yang sebelumnya terpilih dalam pemilu 2020 berkat dukungan besar dari komunitas muslim dan non-kulit putih AS.
Setelah kegaduhan berakhir, para aktivis pro-Palestina di gereja itu kemudian digiring keluar oleh Secret Service dan Biden melanjutkan kembali pidatonya. Kalimat selanjutnya yang dikeluarkan Biden yaitu mengakui posisi dan keprihatinan mereka.
"Saya memahami semangat mereka dan saya telah diam-diam bekerja sama dengan pemerintah Israel untuk membuat mereka mengurangi dan secara signifikan keluar dari Gaza, dengan menggunakan semua yang saya bisa untuk melakukannya," ungkap Biden tanpa memberi penjelasan lebih lanjut.
