Pidato Hari Kemerdekaan AS, Trump: Komunis Seperti Kanker, Harus Diberantas

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan kritik terhadap kelompok komunis saat berpidato dalam perayaan 250 tahun Hari Kemerdekaan AS di National Mall, Washington DC, Sabtu (4/7) waktu setempat.

Di hadapan puluhan ribu orang, Trump memuji sejarah panjang AS dan menyebut negaranya sebagai "pencapaian terbesar dalam sejarah umat manusia".

"Selama dua setengah abad, republik Amerika telah berdiri sebagai pencapaian terbesar dalam sejarah umat manusia," kata Trump, dilansir AFP.

Dalam pidatonya, Trump kembali mengangkat isu komunisme yang menurutnya tidak boleh berkembang di AS.

"Para pejuang kita tidak melawan komunisme di berbagai medan perang di dunia hanya untuk melihat ancaman itu muncul kembali di Amerika. Kita tidak akan membiarkan itu terjadi," ujarnya.

Presiden AS Donald Trump berbicara di sebuah rapat umum Hari Kemerdekaan, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Jonathan Ernst/REUTERS

Ia kemudian mengibaratkan komunisme sebagai penyakit yang harus segera dihentikan.

"Kita harus menghentikan ancaman seperti itu sebelum dimulai. Itu seperti kanker, harus dipotong dan harus dipotong secepat mungkin," kata Trump.

Reuters mencatat Trump tidak secara langsung menyebut Partai Demokrat dalam pidatonya. Namun, ia sebelumnya kerap melabeli sejumlah politikus progresif Demokrat sebagai "komunis".

Pidato itu juga menjadi sorotan, karena selain Trump pada 2019, tidak ada presiden AS yang berpidato dalam perayaan Hari Kemerdekaan di National Mall sejak 1951.

Singgung Iran dan Aturan Pemilu

Selain membahas komunisme, Trump juga menyinggung sejumlah kebijakan pemerintahannya.

Ia mengeklaim AS telah "melumpuhkan" kemampuan militer Iran melalui operasi militer yang dilakukan beberapa waktu lalu.

Trump juga kembali mendesak Kongres meloloskan aturan pemilu yang mewajibkan bukti kewarganegaraan bagi pemilih dan membatasi penggunaan surat suara melalui pos.

Pidato Sempat Tertunda

Pidato Trump semula dijadwalkan berlangsung pada pukul 22.00 waktu setempat. Namun, acara tertunda hampir dua jam setelah badai petir memaksa ribuan orang dievakuasi dari kawasan National Mall.

Seorang wanita mengibarkan bendera AS pada pawai Hari Kemerdekaan 4 Juli yang menampilkan Presiden AS Donald Trump, menandai peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di National Mall di Washington, D.C., AS, Sabtu (4/7/2026). Foto: Evan Vucci/REUTERS

Sebelum pidato dimulai, Trump memastikan dirinya tetap akan hadir meski cuaca buruk melanda.

"Saya akan tetap hadir apa pun yang terjadi. Ini Sabtu malam, mari bersenang-senang, meski harus pulang lebih larut," tulis Trump di Truth Social.

Setelah cuaca membaik, pengunjung diizinkan kembali memasuki area.

Trump kemudian menyampaikan pidato berdurasi sekitar 40 menit yang ditutup dengan pertunjukan kembang api.