Pidato Lengkap Raja Salman di DPR

Raja Salman dari Arab Saudi mengajak Indonesia bersatu menghadapi tantangan bersama. Di antara tantangan besar yang tengah dihadapi kedua negara adalah ekstremisme dan terorisme.
"Tantangan yang kita hadapi, khususnya bagi umat Islam dan dunia secara umum, seperti fenomena terorisme, benturan peradaban, tidak adanya penghormatan terhadap kedaulatan negara serta melakukan intervensi terhadap urusan dalam negeri telah mengharuskan kita menyatukan barisan dalam menghadapi tantangan ini," ujar Raja Salman dalam pidato singkatnya di Gedung DPR, Kamis (2/3). Raja berpidato dalam bahasa Arab.

Pidato di DPR adalah salah satu agenda utama dalam kunjungan hari kedua Raja Salman dan rombongan di Indonesia. Lebih dari 1.500 orang menghadiri pidato Raja Salman di DPR hari ini.
Selain menyerukan persatuan, Raja Salman mengatakan kunjungannya ke Indonesia adalah balasan dari kunjungan Presiden Joko Widodo ke Arab Saudi pada 2015. Selain itu, Raja Salman menegaskan bahwa kedatangannya adalah demi peningkatan kerja sama kedua negara.
Berikut adalah terjemahan lengkap dari pidato Raja Salman di DPR:
Yang Mulia Bapak Ketua DPR-RI
Saudara-saudariku yang terhormat,
Assalamualaikum warrohmatullahi wabarakatuh
Izinkan saya untuk mengawali sambutan ini dengan menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada pemerintah dan rakyat Indonesia yang bersahabat, atas keramahan dan sambutan hangat, seraya menyampaikan perasaan bahagia atas keberadaan saya bersama para hadirin sekalian.
Sesungguhnya kunjungan ke negara Yang Mulia kali ini yang diawali dengan kunjungan serupa yang telah dilakukan saudara saya Yang Mulia Bapak Presiden ke Kerajaan Arab Saudi, dan saling tukar menukar kunjungan antara para pejabat tinggi di kedua negara. Ini dilakukan dalam rangka meningkatkan kerja sama di seluruh bidang yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua bangsa kita yang bersahabat.
Para hadirin sekalian,
Sesungguhnya tantangan yang kita hadapi, khususnya bagi umat Islam dan dunia secara umum, seperti fenomena terorisme, benturan peradaban, tidak adanya penghormatan terhadap kedaulatan negara, serta intervensi terhadap urusan dalam negeri negara lain, telah mengharuskan kita untuk menyatukan barisan dalam menghadapi tantangan ini serta melakukan koordinasi dalam melakukan berbagai upaya dan sikap yang dapat memberikan manfaat bagi kepentingan kita bersama, serta keamanan dan perdamaian dunia.
Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan apresiasi atas peran Dewan Yang Terhormat dalam meningkatkan hubungan antara kedua negara kita yang bersahabat di seluruh bidang. Saya juga memberikan apresiasi atas penandatanganan sejumlah kesepakatan dan MoU antara kedua negara dalam kunjungan kali ini.
Saya berdoa kepada Allah semoga senantiasa memberikan taufik dan ridho-Nya kepada kita sekalian.
