Pigai: RI Surplus Demokrasi di Era Prabowo, Wartawan Tak Ada yang Ditangkap
·waktu baca 1 menit

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Natalius Pigai, mengeklaim kehidupan berdemokrasi di Indonesia dalam kondisi baik pada masa kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Bahkan surplus demokrasi.
"Jadi kalau dilihat dari demokrasi menurut saya, kita mengalami surplus demokrasi di Republik Indonesia dalam kepemimpinan paling tidak 4,5 bulan dipimpin Presiden Prabowo Subianto," kata Pigai di kantornya, Selasa (11/3).
Ia menyebut, hal ini dibuktikan dengan tidak adanya penangkapan terhadap wartawan. Di mana, wartawan merupakan pilar keempat demokrasi.
"Dan kalau wartawan tidak ada yang ditangkap, kita surplus demokrasi. Belum pernah kan ada wartawan yang diteror? Dan tidak akan pernah ada," ujar dia.
Demokrasi, menurut Pigai, menjadi salah satu nyawa sebuah negara. Oleh karenanya, demokrasi perlu dijunjung tinggi.
"Karena demokrasi itu adalah negara itu bernyawa. Nyawa bernegara itu adalah salah satunya, pilar utama, itu adalah demokrasi. Karena itu demokrasi bisa menjaga paling tidak selama kepemimpinan Prabowo Subianto," ungkapnya.
