Pihak Ranca Upas Belum Tempuh Jalur Hukum, Fokus Tanam Ulang Bunga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tangkapan layar saat event motor trail di Ranca Upas, Kabupaten Bandung. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Tangkapan layar saat event motor trail di Ranca Upas, Kabupaten Bandung. Foto: Dok. Istimewa

Pengelola Kampoeng Cai Ranca Upas, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, belum berencana menempuh jalur hukum ke polisi terkait rusaknya tanaman Bunga Rawa atau Edelweiss Rawa, imbas even motor trail pada 5 Maret lalu.

Pihak pengelola saat ini sedang fokus melakukan perbaikan dengan menanam kembali Edelweiss Rawa di sekitar lokasi.

"Saat ini kami belum mengambil langkah apa pun terkait itu, kami lebih fokus memperbaiki lingkungannya dulu, karena kan subjeknya yang saat ini viral itu kan yang terkait dengan lingkungan. Dan rencana memang ada kunjungan dari beliau-beliau juga untuk penanaman bersama," kata Manager Site Kampoeng Cai Ranca Upas, Agro Wibowo, ketika dikonfirmasi, Kamis (9/3).

"Dalam arti kami belum merencanakan, belum ada arahan juga dari pimpinan. Arahan dari pimpinan adalah menyiapkan lokasi penanaman dan memperbaiki lingkungan," lanjut dia.

Tangkapan layar petani protes. Foto: Dok. Istimewa

Agro menambahkan, pihaknya sudah sempat melakukan mediasi bersama pihak panitia difasilitasi polisi. Mediasi tersebut menunjukkan hasil positif sehingga kini pengelola akan fokus melakukan proses perbaikan lingkungan.

"Jadi sudah dibereskan oleh Polsek Ciwidey atau sudah dimediasi. Sudah clear dan saat ini sih fokus kami ke arah perbaikan dulu, kalau itu (laporan) lihat perkembangan ke depan ya," ucap dia.

Adapun terkait dengan Edelweiss Rawa, Agro menyebut bunga itu belum dapat dipastikan langka atau tidak. Sebab, belum ada penelitian lebih lanjut soal tanaman tersebut. Namun untuk kawasan Jawa Barat, tanaman tersebut kemungkinan memang hanya tumbuh di Ranca Upas.

"Kalau soal sebarannya di rawa memang benar. Dan mungkin bisa dibilang endemik Ranca Upas karena rawa yang tersisa saat ini dan yang terpelihara itu satu-satunya cuma ada di Rancaupas," kata dia.

Event motor trail di Ranca Upas, Kabupaten Bandung, pada 5 Maret 2023, diprotes petani karena merusak ladang yang telah dihijaukan bahkan ditanami bunga. Kini ladang tersebut hancur lebur akibat terinjak-injak. Belum diketahui seberapa luas lahan yang rusak.

"Buat teman-teman semuanya, panitia event "trail" di Ranca Upas, dan khususnya Perhutani yang memberikan kebijakan yang memberikan izin, lihat ni dampaknya, hancur, hancur, lihat enggak sama mata anda ini, hancur enggak?" kata petani tersebut sebagaimana dilihat dari akun media sosialnya, @mang_uprit_mangprang79.

Bupati Bandung Dadang Supriatna juga geram. "Ku urang dimumule leuweung teh, ku aranjeun dirusak (Oleh kami dirawat, oleh kalian dirusak)," begitu statement Dadang melalui akun media sosialnya, @dadangsupriatna, Rabu (8/3).

"Terkait video tentang event "Rancaupas Camping Adventure Explore 2023" yang merusak alam dan hutan, saya sangat menyayangkan dan mengecam keras," kata Dadang.