Pilih Maroko, Peru Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Sahara Barat

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Negara Westren Sahara atau Arab Sahrawi. Foto: RYAD KRAMDI/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Negara Westren Sahara atau Arab Sahrawi. Foto: RYAD KRAMDI/AFP

Peru memutuskan hubungan diplomatik dengan Republik Demokratik Arab Sahrawi (SADR) atau Sahara Barat. Lima lebih memilih memperdalam hubungan dengan Maroko.

Maroko merupakan penguasa 80 persen wilayah sebelah barat Sahara, tempat SADR berada. Negara ini pun berjanji akan menegakkan kedaulatannya di sana termasuk di wilayah SADR.

Aksi Maroko membuat Pemerintah SADR marah. Mereka mencoba melawan aksi Maroko dengan menuntut referendum atau kemerdekaan.

Sahara Barat turut pula membina hubungan diplomatik bersama beberapa negara di dunia, termasuk Peru. Hubungan dengan Peru baru berjalan 11 bulan.

Terjalinnya hubungan SADR dan Peru merupakan perintah dari Presiden sayap kiri Pedro Castillo.

Setelah hampir setahun mengakui Sahara Barat, pada Kamis (18/8) Peru akhirnya memilih berpaling ke Maroko. Kesepakatan itu terjalin pada percakapan telepon Menlu Peru Miguel Rodriguez Mackay dengan koleganya dari Maroko, Nasser Bourita.

"Kedua negara (Peru dan Maroko) memutuskan memperkuat hubungan bilateral," kata Kemlu Peru seperti dikutip dari AFP.

"Dengan tidak adanya hubungan bilateral yang efektif sampai saat ini, Pemerintah Republik Peru memutuskan menarik pengakuan untuk Republik Demokratik Arab Sahrawi dan memutus semua hubungan dengan entitas itu," papar Kemlu Peru.

Sebaliknya, Peru dan Maroko akan segera meneken roadmap kerja sama luas di berbagai bidang strategis.

"Pernyataan ini menunjukkan nilai dan kehormatan Peru atas integritas teritorial dari Kerajaan Maroko dan kedaulatannya," ucap Kemlu Peru.

Persoalan Arab Sahrawi adalah salah satu persoalan pelik di Afrika. Sahara Barat diakui oleh sedikit negara dunia.

Namun, Uni Afrika telah mengakui keanggotaan penuh teritori eks jajahan Spanyol tersebut.

Konflik Sahara Barat dan Maroko juga telah dihentikan lewat gencatan senjata pada 1991. Tetapi, pada akhir 2020 hubungan kedua pihak kembali memanas.