Pilkada Jayapura & Intan Jaya: Pendukung Saling Serang, Ada yang Pakai Panah
·waktu baca 2 menit

Pilkada di Papua, setidaknya di Kabupaten Intan Jaya dan di Kota Jayapura, diwarnai kericuhan akibat bentrok antar-pendukung paslon.
Insiden itu terjadi pada Jumat (6/12) yang di Jayapura, dan Sabtu (7/12) di Intan Jaya.
Jayapura
Kericuhan terjadi di depan Hotel Grand Abe, Distrik Abepura, Kota Jayapura, tatkala rapat pleno KPU berlangsung di hotel tersebut.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Victor Dean Mackbon, menyebut massa yang saling serang dengan cara saling lempar adalah pendukung paslon 02 dan 04.
"Diduga ada provokasi," kata Victor. "Apabila terjadi perbedaan suara, masing-masing pihak harap menahan diri, ada mekanismenya."
Sejauh ini belum ada data korban akibat peristiwa ini. Jalan Abepura-Sentai, pada Jumat sore itu, tidak bisa dilalui kendaraan.
Pilwalkot Jayapura diikuti 4 paslon, yakni:
Pasangan nomor urut 01 Frans Pekey-H. Mansyur;
Pasangan nomor urut 02, Jhony Banua Rouw-Darwis Massi;
Pasangan nomor urut 03, Boy Markus Dawir-Dipo Wibowo;
Pasangan nomor urut 04, Abisai Rollo-Rustan Saru.
Di Intan Jaya, Rumah pun Dibakar
Kericuhan di Intan Jaya terjadi pada Sabtu (7/12). Terdapat video yang merekam insiden ini yang merekam momen sejumlah orang menggunakan busur panah menyerang kubu lawan.
Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ignatius Benny Ady Prabowo mengatakan pertikaian antar-pendukung calon Bupati-Wabup di Intan Jaya ini disebabkan kecurigaan soal hilangnya suara—diambil paslon lawan.
"Pertikaian antar-massa pendukung paslon nomor urut 01 dan 03 menyebabkan sejumlah honai atau rumah khas masyarakat di pegunungan Tanah Papua dibakar, serta menimbulkan juga luka-luka," kata Benny, sebagaimana diberitakan Antara.
Polisi masih mendata jumlah korban akibat insiden ini.
Pilbup Intan Jaya diikuti lima paslon:
Paslon nomor urut 01 Aner Maisini-Elias Igapa;
Paslon nomor urut 02 Marten Tipagau-Melianus Belau;
Paslon nomor urut 03 Apolos Bagau-Tetairus Widigipa;
Paslon nomor urut 04 Oni Dendegau-Aguni Tapani;
Paslon nomor urut 05 Bernadus Kobogau-Melianus Agimbau.
Untuk menghindari meluasnya pertikaian tersebut, maka polisi melakukan pendekatan kepada kedua kelompok massa yang akhirnya sepakat untuk berdamai.
"Mudah-mudahan dengan adanya kesepakatan untuk berdamai maka situasi keamanan kembali kondusif," ujar Benny.
