Pilot T-50i yang Jatuh di Blora, Lettu Allan Safitra, Baru Setahun Menikah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lettu Pnb Allan Safitra Indra, pilot pesawat T50i Golden Eagle yang jatuh di Blora. Foto: Antara
zoom-in-whitePerbesar
Lettu Pnb Allan Safitra Indra, pilot pesawat T50i Golden Eagle yang jatuh di Blora. Foto: Antara

Kabar duka datang dari TNI AU usai Pesawat latih tempur T-50i Golden Eagle milik mereka jatuh di Desa Nginggil, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Blora, Senin (18/7) malam. Awan duka pun makin merundung usai tim gabungan menyatakan pilot T50i, Lettu Pnb Allan Safitra Indra dinyatakan gugur dalam peristiwa itu.

Rasa duka, menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah, jelas sangat dirasakan oleh istri Lettu Allan yang baru saja dinikahinya selama satu tahun.

"Kepergiannya meninggalkan seorang istri yang baru dinikahi pada 2021 lalu," ujar Indan melalui keterangan tertulis, Selasa (19/7).

"Tidak saja bagi keluarga, duka juga dirasakan seluruh jajaran TNI AU khususnya, dan TNI serta masyarakat Indonesia pada umumnya," sambungnya.

Serpihan pesawat T50i Golden Eagle milik TNI AU yang jatuh di Blora. Foto: Febrian Chandra/STR/kumparan

Lettu Allan, menurut Indan, tercatat sebagai Perwira penerbang lulusan AAU dan Sekolah Penerbang TNI AU. Kejadian nahas yang dialami pesawat yang diawaki Lettu Allan disebut terjadi saat melaksanakan tugas latihan terbang malam, Senin (18/7).

Pesawat yang diterbangkan Lettu Allan, kata Indan, bahkan sempat kehilangan kontak dengan pihak tim dari Lanud Iswahjudi sebelum akhirnya dinyatakan jatuh di kawasan Blora, Jawa Tengah.

"Lettu Pnb Allan Safitra Indra Wahyudi, S.T (Han) mengalami kecelakaan saat menjalani latihan terbang malam. Pesawat TT-5009 yang diterbangkan, melakukan kontak radio terakhir pada 19.07 WIB, dan akhirnya dilaporkan jatuh," ucap Indan.

Lettu Pnb Allan Safitra Indra saat dikukuhkan. Foto: Antara

Berangkat dari hilangnya kontak tersebut, Tim dari Lanud Iswahjudi, tadi malamlangsung diberangkatkan menuju lokasi jatuhnya pesawat.

Selain itu, TNI AU juga langsung membentuk tim penyelidik. Tim Panitia Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU), menurut Indan dibentuk dengan tujuan untuk menyelidiki sejumlah dugaan atau alasan dibalik jatuhnya pesawat latih tempur buatan Amerika-Korea itu.

"Saat ini, TNI AU juga telah membentuk Tim Panitia Penyelidikan Kecelakaan Pesawat Udara (PPKPU) untuk menyelidiki sebab-sebab jatuhnya pesawat terbang," ungkap Indan.

Ucapan duka untuk Lettu Pnb Allan Safitra Indra. Foto: Twitter/@_TNIAU

Namun disamping itu, Indan mewakili seluruh jajaran TNI AU menyampaikan rasa terima kasih atas seluruh bantuan yang diberikan berbagai pihak dalam memudahkan proses evakuasi yang dilakukan.

"TNI AU mengucapkan terima kasih atas peran serta aparat kewilayahan dan masyarakat dalam proses evakuasi dan pengamanan di lokasi kejadian, dan mengharapkan apabila masyarakat menemukan bagian pesawat agar melaporkan kepada petugas di lokasi," pungkasnya.