Pilu Ibu di Sukabumi, Anak Gadisnya Disekap Dijadikan Budak Seks di China
·waktu baca 3 menit

Kesedihan terpancar dari wajah Emalia (55 tahun) tatkala mengenang anaknya, RR (23), yang kini disekap di China, dan dipaksa menjadi objek seks setiap hari hingga ia ingin mengakhiri hidupnya.
"Semalaman juga tidak bisa tidur," kata Emalia saat ditemui di kontrakannya di Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Kamis malam (18/9).
Menggunakan bahasa Sunda, Emalia menuturkan bahwa RR adalah tulang punggung keluarga.
Rumah keluarga RR adalah sebuah kontrakan Rp 500 ribu per bulan, RR yang membayar biaya bulanannya. Kakak RR mengidap gangguan jiwa dan biaya pengobatannya pun ditanggung RR.
Ayah RR tidak lagi ada kontribusinya setelah lama bercerai.
"Gaji yang didapat RR buat bayar kontrakan, buat sehari-hari nambah-nambah kebutuhan hidup," kata Emalia.
Kini tidak ada lagi pasokan uang dari RR.
Momen Emalia Tahu RR Disekap
Awalnya Emalia tidak tahu RR disekap di China. "Saya kira di Cikembar (lokasi pabrik sepatu—tempat kerja RR sebelumnya). Kenapa enggak pulang-pulang, sudah 3 bulan. Terus telepon, 'Cepet pulang', kata dia 'Iya, iya, doain aja Bu biar bisa pulang'," ujarnya.
"Lama-lama curiga saya," kata Emalia. Ia pun langsung menghubungi bibinya RR, dan menduga RR berangkat ke luar negeri karena sebelumnya RR pernah bercita-cita kerja di Jepang bahkan pernah les bahasa Jepang.
Emalia kini hanya punya satu keinginan: RR selamat dan bisa pulang.
Jalan Kaki 1 Jam Setiap Hari
Lantaran RR sudah tidak bisa lagi mengirimkan uang—diberi gaji pun tidak, Emalia pun mencari pekerjaan, dan mendapatkan kesempatan untuk menjadi buruh di tempat pembuatan ali agrem (kue cincin).
"Setiap pagi jam 6 jalan kaki 1 jam ke pabrik, tiba jam 7," ujar Emalia.
"Setiap hari. Kalau tidak kerja, saya tidak bisa makan, mau dapat makan dari mana lagi?" lanjutnya.
Dengan pekerjaan itu, Emalia bisa mendapatkan Rp 200 ribu setiap pekan. Itu jelas kurang. "Ini untuk beli makan, beli sabun. Kalau bayar kontrakan, nunggu dari RR," katanya.
Kisah RR
Tragisnya perjalanan hidup RR diungkap oleh pengacara RR, Rangga Suria Danuningrat, Rabu (17/9).
RR disekap, dipaksa menjadi budak seks setiap hari hingga ia ingin mengakhiri hidupnya.
"Pengakuan RR, setiap hari dijadikan objek seksual, dieksploitasi terus-terusan, disiksa, disekap. Dia minta pulang, kalau enggak kuat mah pengin bunuh diri," kata Rangga.
RR ke China atas penipuan sindikat perdagangan orang di Cianjur, Bogor, Jakarta. Para pelaku sindikat itu, yakni pria berinisial JA, Y, A, dan L alias KG, telah dilaporkan ke polisi.
Polisi menerima laporan tersebut dengan nomor: STTLP/B/451/IX/2025/SPKT/POLRES SUKABUMI KOTA/POLDA JAWA BARAT.
Atensi Dedi Mulyadi
Gubernur Jawa Barat (Jabar) Dedi Mulyadi memberikan atensi terhadap kasus ini.
“Saya pasti berkoordinasi dengan jajaran Polda dan Mabes Polri untuk menangani itu sampai tuntas,” ujar Dedi ditemui di Kantor Bupati Karawang, Kamis (18/9).
Ia juga meminta kepolisian segera memproses laporan terkait sindikat perdagangan orang yang diduga berperan mengirim RR ke China.
Jika penanganannya lamban, KDM—sapaan akrab Dedi Mulyadi—berjanji akan turun tangan langsung.
“Ya harus cepat ditangani. Kalau ada hambatan, nanti saya telepon hari ini, saya tanyakan hambatannya di mana,” ujar KDM.
