Pilu Keluarga Wili Mbuik, ASN Korban Penembakan KKB di Jayawijaya

Wili Mbuik (24), salah satu dari tiga korban tewas dalam penembakan yang diduga dilakukan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Jayawijaya, Papua Pegunungan, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga.
Gadis yang merantau dan mengabdi di Jayawijaya itu merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Ia menjadi kebanggaan sang ayah, sementara ibunya telah lama meninggal dunia.
"Sang ibu sudah lama tiada. Nona Wili merupakan anak bungsu dari lima bersaudara," kata Selvi Mbuik, bibi Wili, Jumat (11/9/2026).
Selvi menuturkan, keluarga sangat syok saat pertama kali mendengar kabar Wili ditembak. Mereka berdoa dan berharap Wili dapat diselamatkan karena saat itu kondisinya masih kritis setelah terkena tembakan di bagian dada.
"Kami sudah syok karena dikirimi foto kena tembakan di bagian kiri dada. Kami itu langsung telepon keluarga di situ. Kami di sini sudah histeris. Kami mohon Tuhan tolong, kami punya anak semoga dia selamat," tuturnya.
Namun, harapan keluarga tidak terwujud. Beberapa saat kemudian, mereka mendapat kabar bahwa Wili telah meninggal dunia.
Sosok Penyayang
Menurut Selvi, Wili atau yang akrab disapa Nona Wili tumbuh sebagai sosok yang sopan, penyayang, dan sangat dekat dengan keluarga. Meski merantau jauh ke Papua Pegunungan, Wili tidak pernah melupakan keluarganya di Rote.
Ia rutin menghubungi sang ayah melalui panggilan video, terutama setelah menerima gaji.
"Tapi beberapa saat kemudian, kabar datang bahwa Nona Wili sudah pergi selamanya," ucapnya.
Wili merupakan salah satu korban penembakan yang saat itu sedang bertugas mengantarkan pangan kepada warga di wilayah tersebut. Peristiwa itu terjadi pada Rabu (9/9/2026) sore.
