Pilu Wanita Asal Pamulang Dilecehkan Ayahnya Berkali-kali, Ibunya Tak Percaya

Seorang wanita bernama Kei (22) asal Pamulang, Tangerang Selatan, viral di media sosial TikTok. Ia bercerita telah menjadi korban pelecehan ayahnya sendiri, hingga diperkosa, sejak TK hingga duduk di bangku SMA.
Kei bercerita, ia sendiri tak yakin apakah pria itu adalah ayah kandungnya atau bukan. Menurutnya, dahulu sang ibu tiba-tiba hamil dan meminta mantan-mantan kekasihnya bertanggung jawab.
"Jadi, yang siap untuk bertanggung jawab adalah papiku yang melakukan kekerasan seksual kepada aku saat ini," ujar dia kepada kumparan, Jumat (9/10).
Kei bercerita, ia pertama kali dilecehkan ayahnya saat duduk di bangku TK B, usianya baru 5 tahun saat itu. Menurut Kei, ayahnya itu kerap memasukkan jari ke kemaluannya.
Kei pun langsung mengadukan kejadian itu ke ibunya, namun sang ibu tak percaya akan apa yang ia dengar dari anaknya.
"Terus, terulang lagi di SD juga kayak gitu. Waktu itu aku lagi mandi, terus dia masuk untuk, maaf, cebokin aku, terus memasukkan lagi jarinya. Aku ngadu, tetapi nggak dipercaya lagi," tutur Kei.
"Dan setiap kali aku ngadu, dia selalu kayak bilang, 'Percuma mau ngomong, nggak akan ada yang percaya.' Dan di jalan itu, aku udah pasti kayak di-emposin gitu, dicubit di bagian selangkangan, di bagian paha sampai benar-benar biru. Terus, habis itu, aku udah mulai diam lagi," tambahnya.
Kei bercerita, kedua orang tuanya ini kerap bertengkar. Keduanya bahkan diduga melakukan KDRT, termasuk terhadap Kei.
Di tengah itu, pelecehan itu terus berulang hingga ia beranjak menjadi gadis remaja dan duduk di bangku SMP. Saat itu, Kei bahkan harus mengonsumsi obat demi meredam ketakutannya akan dimarahi.
Ia pun keluar dari rumahnya untuk tinggal bersama kakek dan neneknya. Di sana, Kei menyebut keduanya percaya akan apa yang dialami Kei selama ini.
"Nggak lama, papiku yang ada di rumah yang aku tinggalin tadi itu keluar dari sana karena mami aku selingkuh. Akhirnya, aku balik ke rumah oma lagi dan papi sempat kabur ke Garut. Jadi, aku yang ngurus mami lagi, dari mami hamil lagi, aborsi, terus ngurusin adik-adik. Akhirnya, dia pulang nggak lama, Kak, waktu aku kelas satu SMA," tutur Kei.
Saat ayahnya kembali dari Garut, Kei menyebut, KDRT antara kedua orang tuanya juga ikut kembali.
Hingga akhirnya saat ia sudah duduk di kelas 2 SMA, Kei yang sedang tertidur karena efek obat yang ia konsumsi, merasa ayahnya itu melakukan pelecehan lagi.
"Jadi, ini udah masuk ke pemerkosaan, di mana aku mendapati alat kelamin ayahku masuk ke dalam alat kelaminku," ujar Kei.
"Kenapa aku bilang kayak gitu? Karena aku ngerasain sakitnya itu lebih dari jari. Bahkan, untuk waktu yang lama udah lewat ini, aku masih ingat rasa sakitnya ketika pertama kali dia masukin jari pakai Handbody. Dan ini lebih sakit lagi," jelas Kei.
Kei terbangun saat merasakan peristiwa itu terjadi. Ia sempat mengejar ayahnya, namun ia malah terjatuh di depan pintu.
"Terus, aku sempat nangis-nangis dan sempat tidur sebentaran. Paginya, jam enam, pagi itu aku lari ke mami untuk ngaku, gitu, sampai nangis-nangis, sampai ngeluarin emosi. Aku pikir dia akan percaya, tetapi tidak sama sekali sampai sekarang," ucap Kei.
"Jadi, di situ aku udah benar-benar kayak ngadu ke sana-sini untuk dapat pembelaan. Dan, Ayo, tolong, gitu loh. Tolongin gua karena ini udah bertahun-tahun, belasan tahun malah, dan gua nggak kuat," lanjutnya.
Menurut Kei, keluarganya enggan melaporkan kejadian yang menimpanya ke polisi. Keluarganya malah membawa tokoh agama ke rumah untuk mendoakannya dan meminta ampunan Tuhan terhadap ayahnya.
"Aku pikir kayaknya ini cukup deh," ujar dia.
"Dengan itu, aku putuskan untuk speak up. Walaupun awalnya aku takut untuk dihujat dan aku menahan rasa malu aku karena ini aib, tapi aku pikir aku udah nggak bisa lagi umpetin," tambah dia.
Kei kini memilih untuk tinggal di indekos sendirian. Kisahnya ramai diperbincangkan di TikTok.
Sementara itu, polisi menyebut akan mengecek kasus ini, meski hingga saat ini belum ada laporan resmi.
"Kalau LP kan enggak ada, ini coba saya lagi nanya ke anggota dulu," ujar Kanit Reskrim Polsek Pamulang, AKP Wawan Doddy Irawan, kepada kumparan, Jumat (9/10).
