Pilwalkot Surabaya 1 Paslon, Ini 5 Panelis dalam Debat Pamungkas Hari Ini

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pasangan calon Eri-Armuji saat menjalani debat perdana Pilwalkot Surabaya 2024. Foto:  Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pasangan calon Eri-Armuji saat menjalani debat perdana Pilwalkot Surabaya 2024. Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surabaya menunjuk lima orang panelis dalam debat kedua atau debat pamungkas Pilwalkot Surabaya, Kamis (21/11).

Berikut lima panelis di debat Pilwalkot Surabaya 2024:

  1. Dr Agus Machfud Fauzi MSi dari FISIP, Unesa Surabaya;

  2. Lutfi Saksono SPd MPd dari Fakultas Bahasa dan Sastra, Unesa Surabaya;

  3. Dr Sasongko Budisusetyo CPA CPMA dari Universitas Hayam Wuruk;

  4. Dr Sri Setyadji SH MHum dari Universitas 17 Agustus 1945, Surabaya;

  5. Dr Yusuf Amrozi MMT dari Universitas Islam Negeri Sunan Ampel, Surabaya.

Komisioner KPU Surabaya Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Subairi, mengatakan debat ini akan dibagi menjadi enam segmen.

Kemudian, ada salah satu segmen yang khusus menjawab pertanyaan dari masyarakat yang sebelumnya telah dikirim melalui email KPU Surabaya dan dipilih oleh panelis.

"Segmen lima ada penajaman visi-misi pertanyaan dari masyarakat. Hasilnya disampaikan ke panelis, dipilih dua pertanyaan," kata Subairi saat dikonfirmasi, Kamis (21/11).

Debat pamungkas Pilwalkot Surabaya 2024 dengan paslon tunggal yaitu Eri Cahyadi-Armuji ini digelar pada hari Kamis (21/11) dimulai pukul 17.00 WIB di Hotel Grand Mirama Darmo Surabaya.

Subairi menyampaikan tema yang diambil dalam debat kali ini adalah "Memajukan dan Menyelesaikan Persoalan Daerah".

"Mulainya pukul 17.00 WIB sampai 20.30 WIB," kata Subairi saat dikonfirmasi, Rabu (20/11).

Adapun tema ini dibagi menjadi 5 sub-tema, yakni:

  1. Penataan Ruang dan Integrasi Moda Transportasi Menuju Kota Dunia;

  2. Problematika Sosial dan Potensi Budaya Lokal;

  3. Ekonomi Digital dan Keberpihakan Pada UMKM;

  4. Ketenagakerjaan dan Peningkatan Kompetensi SDM;

  5. Pembangunan Lingkungan yang Berkelanjutan.