Pimpinan DPR soal Haji Perdana via Kemenhaj: Baik, Tak Ada Jemaah Ilegal Lolos

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal melepas calon jemaah haji kloter 24 asal Kabupaten Bandung di Bandara Kertajati, Minggu (10/5/2026). Foto: Fadjar Hadi/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal melepas calon jemaah haji kloter 24 asal Kabupaten Bandung di Bandara Kertajati, Minggu (10/5/2026). Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menilai, pelaksanaan ibadah haji 2026 sejauh ini berjalan dengan baik. Tahun ini diketahui menjadi kali pertama penyelenggaraan haji dikelola Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj).

Cucun mengaku telah meninjau langsung proses pemberangkatan jemaah, mulai dari asrama hingga keberangkatan di bandara.

"Ini sekarang dari semua proses pertama pemberangkatan haji ini, baik sudah sampai di Madinah dan sekarang sudah di Makkah, so far penyelenggaraan haji yang paling pertama untuk Kementerian Haji ini sudah berjalan dengan baik. Kita apresiasi ya," kata Cucun saat melepas jemaah haji kloter KJT 24 di Bandara Kertajati, Majalengka, Minggu (10/5).

Soroti Perbaikan Sistem Nusuk

Menurut Cucun, salah satu perbaikan terlihat pada penggunaan kartu Nusuk yang kini lebih tertib.

Ia menyebut tidak lagi ditemukan masalah terkait dokumen tersebut, karena jemaah dipastikan telah memilikinya sebelum diberangkatkan.

"Para penyelenggara haji dari Kementerian Haji sudah bisa menjalankan tidak ada lagi sekarang Nusuk yang bermasalah. Sekarang ini kalau Nusuk belum dipegang aja, Kementerian Haji belum berani memberangkatkan," ujarnya.

DPR Akan Lakukan Pengawasan Langsung

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal melepas calon jemaah haji kloter 24 asal Kabupaten Bandung di Bandara Kertajati, Minggu (10/5/2026). Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Cucun mengatakan DPR akan melakukan pengawasan langsung di Arab Saudi mulai 16 Mei lewat Timwas Haji.

Pengawasan tersebut akan mengacu pada hasil panitia kerja (Panja), termasuk terkait penempatan jemaah di hotel yang idealnya diisi empat orang per kamar.

"Nah, ini kita akan melihat nanti, pasti ada alasan tertentu. Kalau memang kamarnya luas, kamarnya luas dan layak, ya kalau misalkan jumlahnya hanya satu-dua kamar kan tidak masalah. Tetapi kalau misalkan ini dipaksakan kamarnya sempit kemudian juga ditumpuk orang lebih dari empat," ucapnya.

Masih Ada Keluhan Katering

Meski secara umum berjalan baik, Cucun mengakui masih ada laporan dari jemaah terkait layanan katering.

"Dan sekarang ini kayak keluhan misalkan katering. Apa yang dijanjikan bahwa katering akan dilakukan perbaikan daripada tahun-tahun kemarin. Masih ada laporan-laporan bahwa kejenuhan menu mungkin ya, bukan kualitas belum kita lihat. Kejenuhan menu, hanya mungkin menunya harus ada sedikit variatif," kata dia.

Ia memastikan keluhan tersebut akan dibahas dalam evaluasi bersama seluruh pemangku kepentingan haji.

Pastikan Tidak Ada Jemaah Ilegal

Terkait potensi jemaah ilegal, Cucun menegaskan pengawasan tahun ini lebih ketat.

Ia menyebut koordinasi Kemenhaj dengan Kementerian Imipas membuat proses penyaringan jemaah semakin ketat.

"Ini sudah lebih baik. Sekarang ini, kemarin kita ketemu dengan Pak Menteri Imipas, tidak ada lagi sekarang bisa lolos orang yang tidak punya visa haji mau ke Saudi bisa berangkat. Semua pasti akan terseleksi, ter-screening," kata Cucun.