Pimpinan DPR Soal Snack Saat Rapat: Kalau Jadi Waste, Kita Evaluasi
·waktu baca 3 menit

Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal menanggapi polemik snack atau makanan ringan di ruang rapat yang sering kali terbuang dan tidak dihabiskan bahkan hingga rapat usai. Cucun mengatakan DPR terbuka menerima kritik dan melakukan evaluasi langsung agar polemik ini bisa diselesaikan.
“Mengenai snack yang ada di DPR kalau toh ada masukan kita riset dan nanti kita akan bahas lanjut di bagian kerumah-tanggaan, kalau toh itu jadi penyebab (waste) nanti akan kita sampaikan kita evaluasi semua,” kata Cucun saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (26/8).
Sebagai Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa yang mengusung konsep Green Party, Cucun mengatakan pemborosan sisa makanan dan sisa sampah juga menjadi perhatian partainya.
Untuk mengatasinya, ia terbuka untuk mengkaji dan melakukan riset lebih lanjut agar sisa makanan dan sampah di DPR bisa diolah kembali.
Walaupun, ia menjelaskan saat ini sebenarnya tiap alat kelengkapan dewan baik badan dan komisi memiliki petugas khusus yang mengurusi sisa makanan setelah rapat.
“Kalau terkait itu kan semua sudah ada di setiap AKD itu sudah ada yang merapikan ya misalnya tadi waste, kalau problem waste ini kan semua menjadi PR kita semua ya terutama masalah plastik, masalah sampah dari karton karton,” katanya.
Snack setiap rapat di DPR selalu tersedia. Sayangnya, setiap rapat snack selalu tidak habis.
Petugas kebersihan ruangan lalu mengumpulkan kotak-kotak snack itu. Biasanya, mereka akan memilah lagi mana makanan di dalam kotak yang masih bisa dimakan. Lalu, dibagikan lagi ke rekan-rekan sesama petugas kebersihan.
Ketua Komisi III DPR Habiburokhman sempat menyebut, snack rapat di DPR ini bisa jadi bagian dari efisiensi anggaran. Sebab, terlalu sering makanan tidak habis.
“Snack itu menurut saya kadang-kadang juga nggak pas. Kayak misalnya kita rapat Komisi III itu rapat, sehari tiga rapat. Begitu ganti snack, ganti rapat paling cuma durasi 2 jam ganti snack lagi. Padahal sebagian besar anggota itu kayaknya sih nggak makan snack itu,” ucap Habiburokhman di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (21/8).
“Kayak saya kan sudah nggak bisa makan makanan gula, tepung, gula kayak begitu ya. Sehingga tukar-tukar aja itu, tukar kotak ke mana itu barangnya kita juga nggak tau,” tambahnya.
Ketua DPR Puan Maharani juga mengingatkan agar snack rapat DPR dialokasikan dengan baik. Jangan sampai ada yang tidak habis dimakan.
“Iya (harus dihabiskan), kalau tidak dimakan, ya jangan kemudian menjadi mubazir, dan kalau dimakan sebagainya dihabiskan supaya tidak mubazir,” ujar Puan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat pada Kamis (21/8).
