Pimpinan HKBP Temui Muhammadiyah, Bahas Judi, Lingkungan, hingga Narkoba
·waktu baca 2 menit

Pimpinan Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) bertemu dengan Pimpinan Pusat Muhammadiyah di kantor PP Muhammadiyah, Jakarta Pusat, Rabu (18/6).
Dalam pertemuan itu, kedua lembaga keagamaan ini sepakat menjalin kerja sama dan menyuarakan keprihatinan atas berbagai persoalan bangsa. Mulai dari narkoba, judi, korupsi, hingga kerusakan lingkungan.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasinya atas kunjungan pimpinan tertinggi HKBP. Ia juga mengatakan, pertemuan tersebut membahas banyak hal penting yang menyangkut masa depan bangsa.
“Hari ini Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerima kunjungan dan silaturahmi spesial dari pimpinan tertinggi HKBP,” kata Haedar.
Dalam suasana penuh keakraban itu, Haedar juga menerima pemberian ulos dari Ephorus HKBP sebagai simbol persaudaraan dalam perbedaan.
“Kami berdiskusi tentang berbagai hal. Pertama, bagaimana agama itu menjadi nilai-nilai yang hidup dalam dinamika kebangsaan untuk merekat kerukunan hidup sebagai basis persatuan kita di tengah perbedaan,” ujarnya.
Haedar menekankan pentingnya kolaborasi dalam menyelesaikan masalah besar bangsa seperti narkoba, judi, dan korupsi yang merusak tatanan sosial dan moral. Ia juga menyoroti soal kerusakan lingkungan yang menurutnya banyak dipicu oleh pihak-pihak tidak bertanggung jawab.
“Kami bersepakat untuk mengikat kerja sama dan semangat bersama bagaimana hal-hal tersebut bisa kita pecahkan bersama. Dan tentu semuanya itu tidak lepas dari peran negara,” tambahnya.
Sementara itu, Pimpinan HKBP Ompui Pendeta Dr. Victor Tinambunan MST atau Ephorus, menyampaikan rasa hormat dan apresiasinya terhadap PP Muhammadiyah, khususnya dalam bidang pendidikan dan kesehatan.
“Senang sekali boleh bertemu beliau yang kami lihat sangat humble, cerdas, dan ada begitu banyak dari hal-hal yang beliau bagikan, diskusikan, yang bisa dikerjasamakan ke depan dengan HKBP,” ucap Victor.
Ia menyebut Muhammadiyah telah memberi kontribusi luar biasa lewat ratusan universitas dan rumah sakit yang dikelola, dan itu sejalan dengan misi HKBP dalam membangun bangsa.
Menurut Victor, dua hal utama yang menentukan kemajuan bangsa adalah pendidikan dan kehidupan yang rukun dalam keberagaman. Ia juga menegaskan bahwa persoalan bangsa seperti narkoba, perdagangan manusia, hingga kerusakan alam tidak bisa diselesaikan secara sektoral, melainkan harus melibatkan kerja sama lintas organisasi dan pemimpin keagamaan.
“Kami juga sangat berterima kasih, kami mohon tadi sekalian berkenan Pak Ketua Umum dan jajarannya akan satu saat yang tepat berkunjung juga ke Kantor Pusat HKBP dan memberikan pencerahan kepada umat di sana,” tutur Victor.
