Pimpinan Komisi X Usul Ada Tes Minat Bakat di SMP: Supaya Jurusan SMA Sesuai

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua Komisi X DPR My Esti Wijayati (kanan) bersama Lalu Hadrian Irfani (kiri) memimpin rapat kerja dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua Komisi X DPR My Esti Wijayati (kanan) bersama Lalu Hadrian Irfani (kiri) memimpin rapat kerja dengan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTO

Wakil Ketua Komisi X, MY Esti Wijayati, mengusulkan agar Kemendikdasmen mengadakan tes minat bakat untuk para siswa di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Tes ini dinilai perlu agar para siswa bisa melanjutkan pendidikan di jenjang SMA sesuai dengan minat bakatnya masing-masing.

"Jadi secara tegas kami mengusulkan tes IQ ataupun minat bakat ini, tidak perlu ditambah mata pelajarannya yang SMP, tapi ditambah hal ini untuk kemudian ketika SMA mulai kelas 10 itu sudah jurusannya sesuai dengan minat bakat dan IQ-nya," kata Esti dalam rapat dengan Kemendikdasmen di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5).

Sebab saat ini, Esti menilai, siswa SMA dengan jurusan IPS dan bahasa kesulitan untuk mengikuti pelajaran IPA, khususnya dalam tes kemampuan akademik (TKA).

"Saat ini kita melihat ketika di SMA kelas 10, itu kan mata pelajaran Fisika, Kimia, Biologi, Matematika sampai sinus-kosinus yang itu tidak akan digunakan anak-anak kita yang jurusan Bahasa atau IPS, itu kan masih sangat berat harus mempelajari sekian banyak mata pelajaran: trigonometri, geometri," ungkapnya.

Sejumlah siswa antre saat bersalaman dengan guru pada hari pertama masuk sekolah pascalibur Lebaran di SMP Negeri 1 Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Senin (30/3/2026). Foto: Adeng Bustomi/ANTARA FOTO

Soal TKA ini juga, Esti meminta agar tingkat kesulitan soalnya disesuaikan dengan daerah. Karena, dia menilai, tingkat kemampuan siswa juga bergantung pada lokasi mereka tinggal.

"Berbicara mengenai TKA ini, tentu kita tidak bisa menyamakan seperti kata Pak Khairuddin, daerah satu dengan daerah lain. Mungkin perlu dipikirkan soal grade-nya," ucap dia.

"Di daerah yang sudah sangat tertinggal—yang sangat tertinggal dengan daerah maju pasti kemampuannya berbeda, berikut dengan segala fasilitasnya," lanjutnya.