Pimpinan Ponpes Bangkalan Sesalkan Perusakan Pos Swab Antigen Suramadu

19 Juni 2021 16:19 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Polisi memeriksa dokumen warga sebelum dilakukan tes Antigen saat penyekatan di akses masuk Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/6).  Foto: Didik Suhartono/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Polisi memeriksa dokumen warga sebelum dilakukan tes Antigen saat penyekatan di akses masuk Jembatan Suramadu, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (17/6). Foto: Didik Suhartono/ANTARA FOTO
ADVERTISEMENT
Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Cholil Bangkalan, KH Fathur Rozi Zubair menyesalkan ulah masyarakat yang merusak pos swab antigen di Jembatan Suramadu, Madura. Ia merasa, seharusnya masyarakat merasa terbantu dengan adanya pos tersebut, terlebih dengan ledakan corona yang terjadi di Bangkalan belakangan ini.
ADVERTISEMENT
“Saya sangat menyayangkan terjadinya insiden perusakan pos penyekatan di Suramadu tadi (Jumat) pagi. Seharusnya kejadian itu tidak perlu terjadi jika semua masyarakat sadar akan pentingnya menjaga diri kita dari COVID-19,” ujar Fathur, lewat keterangannya, Jumat (19/6).
Sebagai tokoh umat muslim di Bangkalan, Fathur menyebut bahwa pos tersebut merupakan usaha atau ikhtiar dari pemerintah untuk mendeteksi virus COVID-19 sedini mungkin.
"Sebagai muslim, kita harus mencegah kemudaratan yang lebih besar,” ujarnya.
Pria asal Madura ajak duel petugas karena tolak swab antigen di Suramadu. Foto: Dok. Istimewa
Fathur juga menjelaskan, bahwa pos tersebut bukan bentuk diskriminasi bagi masyarakat Madura. Karena, pos juga didirikan di sisi Surabaya dan sisi Madura.
"Itu artinya, yang diperiksa tidak hanya warga Madura yang akan ke Surabaya, tapi juga warga Surabaya yang akan ke Madura," kata Fathur.
ADVERTISEMENT
Di samping menyesalkan peristiwa tersebut, Fathur juga berharap agar petugas di lapangan lebih ramah dalam melakukan pelayanan. Tujuannya, agar masyarakat merasa nyaman saat diperiksa sebagai wujud dari deteksi dini COVID-19.
Kasus corona memang meledak di Bangkalan, terlebih setelah ditemukannya varian Delta atau B1617.2 di kawasan ini. Maka, pos-pos antigen pun didirikan di beberapa titik.
Per Kamis (17/6), terdapat 2.560 kasus kumulatif di Bangkalan, dengan rincian 1.576 sembuh dan 249 orang meninggal. Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin pun telah menyampaikan perhatiannya terhadap kasus di wilayah ini.