Pintu Internasional Bali Dibuka, 1 WNI dari Jepang Terdeteksi Positif COVID-19
·waktu baca 2 menit

Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali baru dibuka untuk penerbangan internasional pada Kamis (3/2) lalu. Tak berselang lama, 1 WNI yang baru tiba dari Jepang terdeteksi positif COVID-19.
Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, WNI tersebut tiba bersama 11 penumpang lainnya di Bandara I Gusti Ngurah Rai pada Kamis (3/2). Penerbangan dari Jepang tersebut penerbangan internasional perdana tujuan Bali.
"Kan sudah dibuka penerbangan internasionalnya. Tanggal 3 sudah ada yang datang dari Narita, Jepang, dengan Garuda. Penumpangnya cuma 12, 6 WNA dan 6 WNI. Yang satu WNI positif langsung dikarantina," kata dia dalam jumpa pers secara virtual, Selasa (8/2).
Koster tak merinci lebih lanjut terkait kondisi WNI tersebut. Di sisi lain, dia mengatakan pada Rabu (16/2), Bali juga akan kedatangan wisatawan dari Singapura. Ada sekitar 70 penumpang yang akan ke Pulau Dewata.
Koster belum mendapatkan kepastian terkait penerbangan kedua ini. Para calon penumpang tersebut masih memantau situasi dan kondisi COVID-19 di Bali.
"Tapi itu pun masih menunggu varian COVID-19 omicron ini, " kata dia.
Catatan kumparan, ternyata 6 dari 12 PPLN tersebut adalah agen perjalanan asal Jepang yang dibiayai Kemenparekraf melalui program "family relation" untuk mempromosikan aman berwisata ke Bali di tengah COVID-19.
Mereka diangkut dari Narita, Jepang, menggunakan maskapai Garuda dengan nomor penerbangan GA881. Mereka tiba di Bali Kamis (3/2) sekitar pukul 16.33 WITA.
Program ini terbuka terhadap agen perjalanan dan jurnalis dari luar negeri. Fasilitas utamanya adalah menikmati karantina dengan sistem bubble selama lima hari empat malam di hotel.
Biaya wisata ditanggung oleh para agen perjalanan. Para biro perjalanan ini juga wajib memposting seluruh kegiatan mereka selama karantina di media sosial.
