Pipa Gas Amonia Pabrik Es di Bogor Bocor, Warga Mengeluh Sesak Napas

Sebuah pipa zat amonia (NH3) di pabrik es kristal milik CV Indo Bogor mengalami kebocoran. Bocornya pipa tersebut mengakibatkan masyarakat sekitar pabrik radius 1 kilometer mengalami mual hingga mata terasa pedih akibat bau amonia yang menyengat.
Kasubbag Humas Polres Bogor AKP Ita Puspitalena dalam keterangannya mengatakan bahwa peristiwa bocornya pipa tersebut terjadi pada hari Sabtu (19/1).
"Pada hari Sabtu, 19 Januari 2019 sekira jam 16.30 WIB telah terjadi kebocoran zat kimia jenis NH3 (amonia) pabrik es kristal milik CV Indo Bogor yang bocor dari pipa sehingga mengakibatkan warga masyarakat sekitar pabrik radius 1 km berdampak mual, bau menyengat dan mata terasa pedih," kata Ita, Minggu (20/1).
"Keterangan saksi saudara Edi dan saudara Topan, selaku operator mesin pabrik es Kristal milik CV indo Bogor baru 3 hari operasional, yaitu mulai tanggal 16 Januari 2019 dan masuk hari ke tiga diketahui bahwa ada kebocoran pada pipa saluran amonia," tambah Ita.

Sementara itu menurut keterangan saksi lain yakni Charles, seorang teknisi mesin pabrik, mengatakan bahwa kebocoran tersebut tidak berdampak pada ledakan api. Kebocoran tersebut hanya berdampak pada masyarakat sekitar yang mengeluh sesak napas hingga pusing dan mual.
"Kebocoran zat amonia tersebut tidak berdampak ledakan namun berdampak kepada masyarakat yang berada sekitar pabrik yang menghirup udara merasakan sesak napas dan perih di mata, lama kelamaan menjadi pusing dan mual," terang Ita.
Polsek Gunung Sindur telah mengamankan lokasi kebocoran dan memasang garis polisi dan telah memanggil teknisi hingga petugas pemadam kebakaran. Ita mengatakan, pihaknya mengimbau kepada masyarakat sekitar pabrik agar menggunakan masker.
"Polsek (telah melakukan) olah TKP, memasang police line, menghimbau masyarakat yang terdampak agar menggunakan masker, mencari tempat aman. (kami telah) mendata masyarakat yang berdampak atas bocornya zat kimia tersebut, memanggil pemadam kebakaran dan koordinasi dengan teknisi untuk mengatasi kebocoran zat kimia beracun," kata Ita.
