Pipa Limbah Minyak PT Vale di Sulsel Bocor, Sawah Warga Terendam dan Menghitam

Pipa limbah minyak milik tambang nikel PT Vale Indonesia di Desa Asuli, Kecamatan Towuti, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan, dilaporkan mengalami kebocoran.
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (23/8) pagi, lalu. Akibat kebocoran tersebut, sejumlah area persawahan warga terendam minyak. Sebab, minyak limbah mengalir di saluran irigasi persawahan di desa sekitar. Tetapi, belum diketahui berapa luas sawah yang terdampak.
Seorang warga, Lisye Delyati mengatakan, pipa limbah minyak PT. Vale diperkirakan bocor pada Jumat (22/8) malam. Tapi, baru diketahui pada Sabtu (23/8) pagi.
“Mungkin Jumat malam bocor,” kata Lisye kepada wartawan, Senin (25/8).
Ia menjelaskan, limbah yang diduga jenis minyak bakar sulfur tinggi atau HSFO itu, mengalir di irigasi pengairan sawah. Limbah kemudian masuk ke area persawahan yang baru ditanami padi.
“Sudah kayak lautan minyak semua sawah, berwarna hitam itu. Saya tidak tahu berapa luas hektare (terendam), yang terendam itu sawah yang baru ditanami kasihan. Itu baru satu bulan, sudah pemupukan," bebernya.
Akibat terendam minyak limbah berbahaya itu, Lisye mengatakan kemungkinan warga akan gagal panen.
“Kita pasti merugi. Mungkin gagal panen,” tandasnya.
Penjelasan PT Vale Indonesia
Head of Coorporate Communication PT Vale Indonesia, Vanda Kusumaningrum, angkat bicara terkait peristiwa ini. Dia mengatakan kebocoran pipa baru diketahui pada Sabtu pagi (23/8) di Desa Lioka, Kecamatan Towuti.
“Sejak pertama kali menerima informasi, PT Vale segera mengaktifkan prosedur tanggap darurat dan tim Emergency Respon Group (ERG) kami langsung ke lokasi untuk melakukan langkah-langkah pencegahan dan pemulihan. Upaya awal, pemasangan oil boom dan oil trap untuk mencegah penyebaran lebih lanjut,” kata Vanda dalam keterangannya.
Ia mengaku tengah melakukan investigasi untuk mencari tahu penyebab kebocoran pipa minyak limbah.
“Kami memahami bahwa insiden seperti ini menimbulkan kekhawatiran di masyarakat sekitar. Oleh karena itu, prioritas utama kami memastikan keselamatan masyarakat, pekerja, dan lingkungan,” tandasnya.
