Pj Walkot Yogya soal Demo Pedagang Malioboro: Nanti Kita Dalami Masalahnya

18 September 2023 19:25 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo. Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
ADVERTISEMENT
Para pedagang Teras Malioboro 2 (TM2) menggeruduk Balai Kota Yogyakarta, Senin (18/9). Mereka ingin bertemu dengan Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo untuk menyampaikan keluhan.
ADVERTISEMENT
Namun mereka belum berhasil bertemu dengan Singgih. Terkait hal ini, Singgih menyebut waktunya belum tepat.
"Mungkin waktunya yang belum pas untuk saya. Insyaallah nanti kita temui," kata Singgih ditemui usai rapat dengan DPRD Yogya di Balai Kota Yogya.
Soal banyaknya tuntutan para pedagang TM2, Singgih mengatakan hal itu akan pihaknya dalami.
"Nanti biar didalami dulu apa permasalahannya. Biar ditemui dulu Kadis Kebudayaan dulu nanti didalami seperti apa, apa permasalahannya dan sebagainya," jelasnya.
Sementara itu para pedagang mulai meninggalkan Balai Kota Yogyakarta pada pukul 16.00 WIB.
"Kita datang baik-baik, pulang juga baik-baik. Kita doakan Pak Pj sehat wal afiat. Murah rezeki," kata pedagang.
Para pedagang sebelumnya ingin sambat dan bertemu langsung dengan Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo.
ADVERTISEMENT
"Surat sampai 5 kali ke Pj Wali Kota untuk beraudiensi dan bersilaturahmi karena pengurus baru sudah tersahkan. Akan tetapi dari 5 surat itu tidak ada tanggapan," kata Pengurus Paguyuban Tridharma, Supriyati.
Dia menjelaskan terakhir ada undangan dari Pemkot Yogya tetapi bukan Singgih yang menemui para perwakilan pedagang. Maka dari itu, hari ini datang lebih banyak para pedagang ke Balai Kota Yogyakarta.
"Saya sudah bilang ke pihak perwakilan kalau kita tidak diajak komunikasi lagi kita akan datang bersama-sama dengan semua anggota supaya anggota tahu bahwa kita sudah bersurat pada Pj Wali Kota," katanya.
Menurut Supriyati permintaan para pedagang ini sederhana. Mereka ingin didengar terkait berbagai persoalan dari ekonomi pedagang hingga infrastruktur TM2 yang tak layak.
ADVERTISEMENT
"Makanya kita minta audiensi tetapi itu tidak pernah ada respons," katanya
Jika bertemu Singgih, mereka juga akan menanyakan validasi data pedagang TM2 yang dinilai tak transparan. Menurutnya ada nama-nama pedagang yang bukan dari lorong Malioboro tetapi tercantum sebagai pedagang Malioboro.
"Persoalan dengan UPT kita tidak pernah dilibatkan, tidak ada sosialiasi. Dan validasi data (pedagang) dilakukan pihak UPT itu terkesan sembunyi-sembunyi dan diskriminatif jadi dari paguyuban Tridharma tidak dilibatkan," katanya.
"Kita belum pernah melihat data yang ada di UPT. Tetapi tanggal 4 (September) UPT menebarkan undangan berserta daftar anggota dan ternyata ada nama-nama baru yang bukan pedagang dari lorong Malioboro," ujarnya.
Selain itu. pedagang juga akan menanyakan soal rencana relokasi TM2 2024 yang selama ini hanya mereka dengar dari media sosial.
ADVERTISEMENT
"Kita hanya tahu lewat media, kita belum pernah dipanggil duduk bersama dengan pemerintah. Kita akan dipindah sepertinya apa gambarannya belum ada," katanya.