Pj Walkot Yogya soal Pengamen Maksa Minta Uang di Malioboro: Foto, Laporkan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (8/6/2023). Foto: Arfiansyah Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo di Balai Kota Yogyakarta, Kamis (8/6/2023). Foto: Arfiansyah Panji/kumparan

Pj Wali Kota Yogyakarta Singgih Raharjo mengomentari fenomena pengamen yang memaksa diberi uang di kawasan wisata Malioboro. Singgih meminta masyarakat atau wisatawan tak segan memfoto pengamen nakal itu.

"Saya minta oknum pengamennya difoto, kalau memaksa, ya. Terus mungkin diadukan ke kami," kata Singgih ditemui di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (15/6).

"Boleh DM (Instagram) ke saya. DM aja ya," tegasnya. Akun IG Singgih yakni @zinggihr.

Singgih mengatakan setiap mendapatkan informasi oknum pengamen nakal, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta.

"Kita minta untuk ditertibkan tidak hanya itu, ya, jadi kita akan intensifkan untuk penanganan itu juga berkaitan dengan yang lain tentunya," katanya.

UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta merazia pengamen di kawasan Malioboro. Foto: UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta

Diakuinya banyak pengamen yang kambuhan. Ketika sudah dibina, beberapa waktu kemudian mereka kembali beroperasi. Maka dari itu, Singgih akan melakukan evaluasi.

"Kami akan mempelajari berkaitan dengan bolak-balik seperti itu, kita akan coba lihat Perwal (Peraturan Wali Kota) seperti apa kita pelajari, kalau memang diperlukan evaluasi, ya evaluasi," ungkapnya.

Wisatawan masih memadati Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta di hari keenam Lebaran 2022, Sabtu (7/5/2022). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Wisatawan masih memadati Jalan Malioboro, Kota Yogyakarta di hari keenam Lebaran 2022, Sabtu (7/5/2022). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan

Selain evaluasi apakah sanksi yang selama ini efektif, Singgih juga menekankan pentingnya kesadaran dibangun. Pengamanan di Malioboro juga akan dievaluasi kinerjanya.

"Nanti kita pelajari (sanksi yang tepat) saya tak ingin berandai-andai tapi mana yang paling tepat gitu aja. Untuk kemudian agar baik masyarakat yang melakukan aktivitas maupun wisatawannya harus kita lakukan edukasi," katanya.

Kepala UPT Pengelolaan Kawasan Cagar Budaya Kota Yogyakarta, Ekwanto, angkat bicara soal pengamen yang marak di Malioboro. Razia terus dilakukan oleh petugas.

"Gitarnya kita tahan seminggu," kata Ekwanto dihubungi, Kamis (15/6).

Ketika gitar tersebut diambil oleh pemiliknya, mereka diminta membuat surat pernyataan untuk tidak lagi mengamen di kawasan Malioboro.

"Ketika ambil (gitar) harus bikin pernyataan tidak akan mengulangi lagi," jelasnya.