PKB Bantah Gunakan NU untuk Ancam Jokowi Agar Pilih Ma'ruf

Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD menuding sosok Ketum PBNU Said Aqil, Rais Aam PBNU Ma'ruf Amin, dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin) berada di balik gagalnya dirinya sebagai cawapres Jokowi. Ketiganya disebut mengancam Jokowi dalam memilih cawapres dengan mengatakan Mahfud bukanlah kader NU.
Merespons hal itu, Wasekjen DPP PKB Daniel Johan membantah tudingan tersebut. Daniel menegaskan tidak terdapat faktor ancaman dalam pilihan Jokowi saat ini. Terpilihnya Ma'ruf untuk menegaskan pentingnya meminang kader NU sebagai cawapres. Apalagi, NU memiliki kedekatan dengan Jokowi.
"Tidak ada ancam mengancam, konteksnya meyakinkan bahwa sangat penting NU dipinang menjadi wapres. NU itu sangat dekat dengan presiden," kata Daniel saat dihubungi, Rabu (15/8).
Daniel mengatakan, keputusan untuk memilih Ma'ruf Amin sebagai cawapres merupakan keputusan berdasarkan musyawarah dengan Jokowi dengan ketua umum partai koalisi.
Lebih lanjut, Daniel menganggap pernyataan Mahfud terkait gagalnya sebagai cawapres merupakan dinamika demokrasi yang harus dijalani. "Pak Mahfud pun menyatakan sebagai hal yang biasa dalam dinamika politik,"ujarnya.
Ia juga tetap meyakini Mahfud MD tetap bersama Jokowi, meski telah gagal menjadi cawapres. Sebab, sebagai kader NU, Mahfud akan mengedapankan persatuan bangsa.
"Iya (tetap yakin Mahfud bersama Jokowi). NU adalah sahabat semua kekuatan NKRI," tutup Daniel.
