kumparan
20 Mar 2018 20:50 WIB

PKB Gelar Tahlilan Bagi Zaini, TKI di Arab Saudi yang Dipancung

Tahlilan DPP PKB untuk Zaini Misrin. (Foto: Aria Pradana/kumparan)
DPP PKB menggelar acara tahlilan untuk Muhammad Zaini Misrin. Zaini merupakan TKI asal Madura, Jawa Timur yang dihukum pancung pemerintah Arab Saudi karena diduga membunuh majikannya pada 2004 silam.
ADVERTISEMENT
Hadir dalam acara ini Menteri Ketenagakerjaan (Menkaer) Hanif Dhakiri, Anis Hidayah selaku pendiri Migrant Care, perwakilan dari Komnas Perempuan, dan beberapa pengurus dan kader PKB. Acara ini diadakan di kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (20/3) malam.
"Agenda hari ini kita mulai dengan tahlilan.Kebetulan kalau menurut masa eksekusinya terhadap saudara Zaini Misrin ini adalah hari ketiga dan pada waktu hukuman eksekusi kan tidak ada yang mendampingi, jadi kita mengirimkan doa untuk saudara Zaini Misrin," ujar Wasekjen DPP PKB, Luluk Hamidah di lokasi, Selasa (20/3).
"Tadi juga salat gaib dulu, kita lakukan karena beliaunya muslim," imbuhnya.
Luluk Hamidah, Wasekjen DPP PKB. (Foto: Aria Pradana/kumparan)
Menurut Luluk, acara tahlilan dilakukan sebagai bentuk solidaritas terhadap Zaini. Menurutnya, hukuman pancung harus dihentikan karena bukan tindakan manusiawi.
ADVERTISEMENT
"TKI kita ini bukan subjek kriminal, mereka bukan pelaku kriminal sebagaimana para penjahat atau pelaku narkoba misalnya," terangnya.
Demonstrasi di depan Kedubes Arab Saudi (Foto: Fachrul Irwinsyah/kumparan)
Luluk mengatakan, hidup para TKI telah diatur dalam undang-undang internasional yang melindungi hak dan kewajiban mereka. Sehingga negara yang menampung para TKI harus tunduk dengan aturan tersebut.
"Apabila mereka tidak mematuhi aturan itu maka sepatutnya, menurut saya, pemerintah Indonesia bisa lebih inisiatif untuk berbicara ke level yang lebih tinggi lagi," jelasnya.
"Terutama untuk memberikan sanksi misalnya ke pemerintah Arab Saudi karena perlakuannya yang tidak manusiawi kepada TKI kita," pungkasnya.
Pemerintah Arab Saudi telah menghukum pancung Zaini pada Minggu (18/3) kemarin. Zaini dihukum pancung karena dipaksa mengakui pembunuhan yang sebenarnya tak ia lakukan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan