PKB: Gibran Terkesan Songong dan Sombong, Ini Debat Bukan Stand Up Comedy

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Waketum PKB, Jazilul Fawaid, Rabu (15/11/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Waketum PKB, Jazilul Fawaid, Rabu (15/11/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Waketum PKB sekaligus bagian dari Timnas AMIN, Jazilul Fawaid, mengkritik keras penampilan cawapres 02 Gibran Rakabuming Raka dalam debat Minggu (22/1) malam. Putra sulung Presiden Jokowi itu terkesan sombong.

"Gestur yang terkesan songong dan sombong berpengaruh negatif," kata Jazilul pada Senin (22/1).

Jazilul berpendapat, publik pun selaras dengan pendapatnya. Terbukti 'songong' sempat jadi trending topic di X semalam.

Cawapres nomor urut 2 Gibran Rakabuming Raka memaparkan visi dan misi saat Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Pendapat publik, sih, begitu, tagar songong jadi trending. Publik menyaksikan aksi kurang ajar dan cekak etika dalam debat calon pemimpin nasional," katanya.

"Ini debat cawapres bukan stand up comedy, celingak-celinguk. Kita syukuri, debat semalam makin membuka tabir siapa cawapres yang cekak etika, minim gagasan dan mentah pengalaman," kata Gus Jazil.

Tingkah Gibran usai Mahfud MD menjawab. Foto: YouTube/KPU

Menurutnya, wajar saja bila Gibran yang sempat celingak-celinguk mempertanyakan jawaban Mahfud MD, pertanda putra sulung Presiden Jokowi itu kocar-kacir.

"Hemat saya, Gus Muhaimin menunjukkan kelasnya. Maka debat cawapres semalam mulai terkuak siapa cawapres yang tidak berkelas, karbitan dan mentah. Ya, si Nepo Baby kocar-kacir," kata Gus Jazil.

"Jadi cawapres karena modal nepotisme. Kocar-kacir pula etikanya," kecam Gus Jazil.

Nepo baby adalah singkatan dari nepotism baby atau bayi nepotisme. Artinya adalah anak yang mendapat keistimewaan karena mendompleng ketenaran/kekuasaan orang tuanya.